Selain Anda, aktivitas supply chain management atau manajemen rantai pasok juga jadi tulang punggung yang mendukung lancarnya operasional bisnis.
Aktivitas ini akan membantu meningkatkan efektivitas dalam produksi dan pelayanan konsumen.
Yuk, cari tahu lebih banyak mengenai manajemen rantai pasok ini agar Anda bisa menerapkannya dengan baik!
Apa Itu Supply Chain Management?
Supply Chain Management (SCM) adalah cara mengelola semua proses yang diperlukan untuk membawa barang atau produk dari bahan baku sampai akhirnya sampai ke tangan konsumen.
Jadi, mulai dari mencari bahan, memproduksi, mengirim, hingga menjualnya. Semua yang terlibat dalam proses distribusi tersebut perlu dikelola dengan baik.
Tujuannya agar proses operasional lancar dan bahan tidak ada yang terbuang sia-sia. Sebab, kalau restoran tidak punya pengelolaan rantai pasok yang baik, bisa saja bahan-bahan datang terlambat, tidak segar, atau rusak.
Apa yang Dimaksud dengan Supply Chain Management dalam Bisnis Kuliner?
Dalam bisnis kuliner, SCM berarti mengelola semua proses yang berhubungan dengan penyediaan bahan makanan, pengolahan, hingga makanan tersebut sampai ke pelanggan Anda.
Alurnya, dari petani yang menanam sayuran, pabrik yang mengolah bahan makanan, pengiriman bahan baku ke restoran, hingga bagaimana makanan itu sampai di meja pelanggan.
Semua harus dikelola supaya kualitasnya tetap terjaga dan tidak ada keterlambatan yang berpotensi bikin pelanggan kecewa.
Fokus ke usaha kuliner, aktivitas SCM bisa dimulai dari cari bahan baku (sayur, daging, atau bumbu), masak atau olah bahan, sampai makanan sudah siap disajikan ke pelanggan (dine-in atau delivery).
Baca juga: Faktor Produksi Modal: Pengertian, Fungsi, Ciri-ciri, dan Contohnya
Aktivitas Supply Chain Management Meliputi Kegiatan Apa Saja?
Selain mengatur pengiriman barang, ada lima fase aktivitas utama dalam SCM, yaitu:
1. Perencanaan (Planning)
Di tahap pertama, bisnis harus merencanakan dengan matang kebutuhan bahan baku, tenaga kerja, dan kapasitas produksi supaya semuanya seimbang dengan permintaan pelanggan.
Setidaknya, Anda tahu berapa banyak stok bahan baku penting untuk produk paling laris yang dibutuhkan minggu ini, serta berapa banyak pelanggan yang diperkirakan akan datang.
Semua itu harus diprediksi supaya Anda tidak kelebihan atau kekurangan bahan baku. Kalau terlalu banyak bahan yang tidak terpakai, bisa jadi basi atau rusak. Dan kalau kurang, Anda bisa kehabisan stok dan buat pelanggan kecewa.
2. Pengadaan (Sourcing)
Setelah ada rencana dan Anda tahu bahan apa yang dibutuhkan, Anda harus mencari supplier atau pemasok yang bisa memberikan bahan berkualitas dengan harga yang pas dengan bujet.
Misalnya, Anda bisa beli biji kopi dari supplier yang terpercaya atau berkunjung ke beberapa perkebunan kopi lokal untuk ajakan kerjasama.
Nah di sini, Anda perlu mengukur apakah supplier tersebut bisa bisa mengirimkan barang tepat waktu dengan aman. Apalagi kalau ada permintaan mendadak, seperti tiba-tiba banyak pesanan di akhir pekan.
3. Produksi (Manufacturing)
Setelah bahan baku tersedia, tahap selanjutnya adalah produksi. Di sini, bahan mentah diolah menjadi produk jadi. Bisa dengan menggunakan mesin dan/atau tenaga kerja.
Di restoran atau kafe, ini berarti memasak atau menyeduh kopi sesuai dengan standar yang sudah ditentukan pada SOP (Standard Operating Procedure).
Penting juga untuk memastikan bahwa SOP sudah diuji dengan baik dan karyawan sudah memahami bagaimana proses produksi tiap menu harus dilakukan, supaya tidak ada bahan yang terbuang percuma.
4. Pengiriman (Delivery)
Tahap berikutnya adalah pengiriman. SCM yang baik harus memastikan produk sampai ke pelanggan tepat waktu dan dalam kondisi baik.
Jadi, begitu makanan atau minuman siap, langsung antarkan pesanan itu ke meja pelanggan atau siapkan packaging yang baik jika Anda menyediakan opsi delivery.
Selain itu, Anda perlu memastikan proses pengantaran tetap berjalan lancar, meskipun cuaca hujan atau ada kendala lain.
5. Retur (Returns)
Fase terakhir adalah pengelolaan retur atau pengembalian produk. Jika ada pelanggan yang tidak puas atau produk rusak, bisnis Anda harus siap menanganinya dengan baik.
Contohnya kalau ada kopi yang salah disajikan atau makanan yang rasanya tidak sesuai harapan, pihak restoran atau kafe harus siap menerima pengembalian dan memberi penggantian atau refund.
Saat ada retur dari pelanggan, Anda atau karyawan harus bisa memberikan pelayanan yang ramah dan solutif.
Pelayan memberikan minuman gratis kepada pelanggan.
Pasalnya, jika tidak ditangani dengan baik, mereka bisa kecewa, tidak ingin balik lagi, dan meninggalkan ulasan negatif pada usaha.
Untuk jaga-jaga, masukkan juga poin ini pada SOP bisnis kuliner Anda. Berikan opsi pada karyawan soal apa saja yang harus mereka lakukan dalam menangani komplain pelanggan, baik secara online/= atau offline.
Manfaat Manajemen Rantai Pasok untuk Bisnis Kuliner
Supply chain management yang ditangani dengan baik punya banyak manfaat untuk bisnis, seperti:
1. Biar Operasional Bisnis Kuliner Lebih Lancar
Manajemen rantai pasok yang oke bisa bikin operasional restoran, kafe, atau kedai kopi Anda jadi lebih teratur.
Sebab, Anda sudah punya rencana pengadaan bahan dan mampu memprediksi kapan stok ada di tempat yang tepat, serta sampai di waktu yang tepat.
Jadi, Anda bisa fokus masak atau melayani pelanggan tanpa perlu khawatir kehabisan bahan mendadak.
2. Hemat Biaya dan Tidak Ada Pemborosan
Tadi sudah dijelaskan, bahwa dengan mengatur rantai pasok, Anda bisa lebih hemat karena tidak perlu pesan bahan berlebihan yang malah bisa jadi kedaluwarsa dan akhirnya terbuang.
Kalau Anda tahu berapa banyak bahan yang dibutuhkan setiap harinya, Anda juga bisa pesan sesuai kebutuhan, tidak lebih.
Selain itu, bisnis juga tidak perlu memutar otak atau kasih diskon besar-besaran hanya untuk menghabiskan stok bahan di gudang.

3. Agar Kualitas Makanan Selalu Terjaga
Pelanggan pasti suka dengan makanan yang selalu konsisten enaknya. Nah, aktivitas rantai pasok yang rapi bisa bantu memastikan bahan yang masuk selalu fresh dan berkualitas.
Anda atau karyawan bisa cek detail apakah daging, sayuran, atau bahan lainnya sampai dengan kualitas terbaik dan tidak ada yang cacat.
Kalau kualitas bahan terjaga, kualitas makanan yang disajikan juga jadi lebih stabil, dan pelanggan pun makin loyal.
4. Biar Pelanggan Senang
Jika pelanggan datang dan pesan menu favoritnya, tapi bahan buat menu itu tidak ada. Pasti mereka kecewa, kan?
Nah, dengan manajemen rantai pasok yang terencana, Anda bisa pastikan semua bahan selalu tersedia, jadi menu favorit pelanggan tidak pernah kehabisan.
Kalau pelanggan senang karena mereka selalu bisa makan apa yang mereka suka, mereka pasti akan balik lagi, dan sampai bawa teman-temannya!
5. Keamanan dan Kebersihan Bahan Makanan Terjamin
Keamanan dan kebersihan makanan merupakan hal yang paling penting di bisnis kuliner. Karena inilah yang akan masuk ke perut pelanggan Anda.
Kalau suatu waktu Anda tidak hati-hati dalam memilih pemasok atau tidak mengontrol kualitas bahan yang datang, bisa jadi ada bahan yang tidak higienis dan tidak aman untuk dikonsumsi.
Apa jadinya kalau ada pelanggan yang sakit setelah makan di tempat Anda? Tentunya, ini dapat menurunkan kepercayaan mereka dan reputasi bisnis.
Jadi, selalu pastikan bahan yang diterima selalu dalam keadaan bersih, aman, dan sesuai dengan standar kebersihan yang ditetapkan.
Supaya pelanggan tidak cuma puas dengan rasa, tapi juga merasa aman makan di tempat Anda!
Contoh Aktivitas Supply Chain Management dalam Bisnis Kuliner
Berikut beberapa contoh aktivitas SCM yang umum ditemui dalam bisnis kuliner.
1. Pemilihan dan Kerjasama dengan Pemasok
Sebelum bisnis mulai beroperasi, Anda perlu memilih pemasok yang tepat untuk bahan baku utama, seperti daging, sayuran, roti, biji kopi, dan lain-lain.
Aktivitasnya melibatkan:
- Negosiasi harga dan kualitas bahan dengan pemasok.
- Menentukan jadwal pengiriman bahan (misalnya, setiap dua hari sekali untuk sayuran segar).
- Menetapkan standar kualitas bahan yang diinginkan (misalnya, daging sapi harus beku dan dalam suhu yang tepat).
Baca juga: 7 Faktor Keberhasilan Bisnis Kuliner agar Tak Kalah Saing!
2. Pengelolaan Persediaan
Setelah bahan baku datang, kelola stok tersebut dengan cermat. Ini untuk memastikan bahan tidak habis atau kedaluwarsa, dan tentunya untuk menghindari pemborosan.
Aktivitasnya meliputi:
- Mencatat dan memantau stok bahan secara rutin.
- Menggunakan sistem manajemen persediaan (misalnya aplikasi kasir seperti Nutapos) untuk memonitor jumlah bahan yang masuk dan keluar.
- Mengatur agar stok bahan tidak terlalu banyak atau sedikit, sehingga bisa memaksimalkan rotasi bahan.
3. Pengiriman dan Distribusi Bahan ke Lokasi
Langkah selanjutnya adalah mendistribusikan stok ke lokasi usaha cabang atau area produksi (dapur dan bar). Aktivitasnya:
- Mengatur pengiriman bahan ke dapur atau lokasi yang memerlukan (misalnya, pengiriman roti segar ke restoran setiap pagi).
- Memastikan bahan sampai dengan aman dan dalam kondisi baik (misalnya, bahan yang mudah rusak harus disertakan dengan sistem pendingin).
- Koordinasi dengan manajer operasional untuk pengiriman tepat waktu.
4. Penyimpanan dan Pengolahan Bahan di Dapur
SCM di sini berperan dalam memastikan bahan disimpan dengan cara yang tepat (misalnya, bahan beku di freezer, bahan segar di kulkas) agar kualitas tetap terjaga.
Aktivitasnya termasuk:
- Menyortir bahan berdasarkan tanggal kedaluwarsa untuk menghindari pemborosan.
- Menyimpan bahan dalam kondisi yang tepat (misalnya, sayuran harus disimpan di suhu dingin agar tetap segar).
- Mempersiapkan bahan sesuai dengan kebutuhan menu (misalnya, mencuci sayuran, memotong daging).
5. Manajemen Pengiriman ke Pelanggan
Ketika pelanggan memesan, terutama untuk layanan take-out atau delivery, manajemen rantai pasok juga mencakup proses pengiriman. Aktivitasnya:
- Mengemas makanan dengan baik agar sampai ke pelanggan dalam kondisi baik dan hangat.
- Menggunakan jasa kurir atau driver untuk pengiriman tepat waktu.
- Menyediakan layanan pengantaran yang efisien dan dapat diandalkan, terutama di saat puncak.
Kesimpulan
Itu dia penjelasan lengkap mengenai aktivitas supply chain management pada bisnis kuliner.
Tahapnya ada banyak, dari cari pemasok yang oke, mengatur stok bahan agar pas, sampai memastikan makanan sampai ke pelanggan dalam kondisi terbaik.
Kalau semuanya teratur, bisnis Anda bisa menghindari pemborosan, menjaga kualitas makanan, dan bikin pelanggan senang.
Nah, jika Anda membutuhkan bantuan untuk mengelola stok barang atau bahan baku, pertimbangkan pakai aplikasi kasir online terbaik Nutapos!
Kapasitas penyimpanan produk dan bahan baku tidak terbatas, sampai ratusan produk pun bisa! Selain itu, Nutapos juga dirancang khusus untuk industri kuliner.
Jadi, semua fiturnya memang dibuat untuk membantu operasional bisnis Anda, dari kasir sampai dapur! Yuk, daftar dan buat akun Anda sekarang di backoffice nutacloud. Gratis pakai 14 hari!
