Biaya produksi (production costs) adalah semua uang yang Anda keluarkan untuk buat makanan atau minuman yang dijual.
Ada banyak komponen biaya produksi yang perlu Anda ketahui dan hitung agar dapat menentukan harga jual dan keuntungan yang tepat.
Kalau biaya ini tidak terkontrol, bisnis Anda bisa saja tidak memiliki pendapatan atau uang habis hanya untuk menutupi biaya operasional. Walaupun pelanggan selalu datang dan jualan laris manis.
Agar Anda lebih leluasa dalam mengatur pengeluaran, yuk pahami semua komponen, cara menghitung, dan cara memangkas biaya produksi agar setiap penjualan menghasilkan keuntungan!
Apa Saja Komponen Biaya Produksi dalam Bisnis Kuliner?
Kalau Anda cari di internet, ada banyak istilah jenis biaya produksi. Namun, semua itu bisa masuk dalam tiga kategori besar, yakni:
1. Biaya Tetap (Fixed Costs)
Biaya tetap adalah uang yang harus dikeluarkan secara rutin dan jumlahnya biasanya selalu sama, mau bisnis lagi sepi atau ramai pelanggan. Berikut komponen biaya tetap dalam bisnis kuliner:
- Sewa tempat (bangunan keseluruhan atau area tertentu).
- Gaji karyawan (staf produksi dan tetap, dibayar per bulan).
- Internet (jika outlet menyediakan fasilitas Wifi).
- Asuransi (jika ada, untuk bangunan, peralatan, kesehatan karyawan).
- Pajak restoran (ada ketentuan hukumnya, tergantung pada skala dan lokasi bisnis).
- Biaya penyusutan peralatan (alat mengalami penurunan kualitas, jadi nilainya makin turun).
- Maintenance alat rutin (contoh mesin kopi atau software kasir yang harus rutin dicek).
- Izin usaha (sesuai jenis izin yang Anda punya dan ketentuan hukumnya).
2. Biaya Variabel (Variable Costs)
Biaya variabel merujuk pada biaya yang naik-turun atau berubah sesuai dengan berapa banyak produk yang dibuat atau terjual.
Semakin banyak Anda memproduksi atau menjual, maka semakin besar biaya ini. Ini komponennya:
- Bahan baku produksi (sayuran, daging, bumbu, kopi, teh, tepung, dan lainnya).
- Kemasan (jika ada layanan take-away atau delivery, seperti kotak dan alat makan plastik).
- Gaji karyawan (tenaga kerja lepas, biasanya di bayar per jam).
- Bahan bakar kendaraan (jika menyediakan layanan delivery sendiri).
- Transportasi kirim bahan baku (jika pemasok harus kirim ke outlet dan memungut biaya).
3. Biaya Campuran (Semi-variable Costs)
Biaya campuran adalah biaya yang terdiri dari unsur biaya tetap dan variabel, tergantung pada penggunaannya.
Jadi, tagihan biayanya selalu ada, namun nominalnya bisa berubah mengikuti seberapa tinggi volume produksi di outlet Anda. Berikut contohnya:
- Listrik, air, dan gas (biaya tergantung pada seberapa banyak item yang diproduksi).
- Bonus karyawan (jika ada kompensasi lembur atau bonus dari upselling produk).
- Maintenance alat (ketika alat tiba-tiba rusak atau butuh service).
Selain tiga jenis di atas, biaya produksi bisa juga dikategorikan dalam direct costs dan indirect costs.
Direct costs adalah biaya yang langsung terlibat dalam proses produksi makanan atau minuman.
Sementara itu, indirect costs adalah biaya yang diperlukan untuk menjalankan bisnis, tapi tidak masuk ke biaya produksi. Contohnya sama saja, seperti:
- Direct cost (bahan baku, gaji karyawan produksi, pengemasan, gas, listrik, air).
- Indirect cost (Gaji staf administrasi, biaya pemasaran, kebersihan, keamanan, internet).
Baca juga: 7 Cara Mengelola Keuangan Usaha Kuliner yang Harus Anda Terapkan
Tujuan Memahami Komponen Biaya Produksi
Singkatnya untuk memahami berapa total keuntungan atau penjualan yang bisnis Anda perlukan, agar bisa menutupi biaya produksi dan operasional.
Jika Anda tidak menghitung biaya tersebut, kemungkinannya:
- Anda tidak tahu komponen apa yang boros dan perlu dipangkas biayanya.
- Anda kesulitan menentukan harga jual dan margin keuntungan yang pas.
- Anda bingung cek apakah finansial bisnis sehat atau malah merugi.

Contoh dan Cara Menghitung Komponen Biaya Produksi Bisnis
Untuk memudahkan, kita pakai cara hitung yang melibatkan biaya produksi dan biaya operasional saja.
Sebelum menghitung, ketahui dan catat dulu semua anggaran yang harus Anda keluarkan. Misalnya, bisnis kuliner Anda menjual nasi ayam crispy saja pada aplikasi pesan antar online.
Pertama, hitung semua biaya bahan baku. Cukup tambahan saja semuanya. Misalnya Anda pakai:
- Beras: Rp2.000
- Ayam: Rp5.000
- Tepung & Bumbu: Rp2.000
- Minyak Goreng (proporsional untuk 1 porsi): Rp1.000
- Total per porsi: Rp10.000
Kedua, hitung biaya tenaga kerja. Jika staf dapur Anda digaji Rp4.000.000/bulan dan mampu menghasilkan 1.000 porsi dalam sebulan, maka: Rp3.000.000 ÷ 1.000 = Rp3.000 per porsi.
Owner sedang menghitung komponen biaya produksi.
Ketiga, hitung biaya gas, listrik, dan air yang dipakai. Misal sebulan totalnya Rp1.500.000, dan bisnis Anda mampu menjual 1.000 porsi nasi ayam crispy, maka: Rp1.500.000 ÷ 1.000 = Rp1.500.
Keempat, hitung biaya kemasan per porsi, dari kotak nasi, alat makan, dan plastik. Kita anggap totalnya Rp2.000 per item.
Setelah semua dihitung, tambahkan lagi semua totalnya (bahan baku + tenaga kerja + utilitas + kemasan) = Rp16.500 per porsi (atau Rp16.500.000 untuk 1.000 porsi).
Nah, dari sini Anda bisa menentukan harga jual dan keuntungan yang didapat (pakai rumus mark-up harga). Misalnya, Anda ingin dapat untung 40%, maka:
Harga Jual = Total Biaya ÷ (1−Margin Keuntungan)
= 16.500 ÷ (1-0,40) = 16.500 ÷ 0,60 = Rp27.500
Jika Anda mampu menjual 1.000 porsi, rumus cek keuntungan:
Untung = Harga Jual – Harga Produksi
= Rp27.500−Rp16.500=Rp11.000
Lalu, hitung total keuntungan, dengan cara:
Total Keuntungan = Total Penjualan x Keuntungan
= 1.000 x Rp11.000 = Rp11.000.000
Ini hanyalah contoh sederhana saja. Sebenarnya masih ada biaya lain yang belum masuk, seperti biaya layanan aplikasi pesan antar, biaya pemasaran, dan biaya penyusutan alat masak.
Ada juga hal lain yang perlu diperhatikan, yakni target pasar Anda. Jika nasi ayam crispy dijual untuk pekerja kantoran, harga jual Rp27.500 mungkin pas di kantong mereka.
Baca juga: Point of Sales: Pengertian, Cara Kerja, Fungsi, dan Tips Memilih
Bagaimana Cara Mengurangi Biaya Produksi di Restoran?
Dalam bisnis kuliner, harga bahan baku terkadang jadi yang paling banyak memakan biaya.
Makanya, Anda dan karyawan harus bisa memastikan kalau tidak ada bahan atau barang yang sembarang digunakan. Jadi, gunakan sesuai kebutuhan dan catat stok agar semua bisa dilacak.
Ini akan memudahkan Anda untuk cek apakah pembelian stok terlalu banyak atau malah kurang. Mana bahan yang sudah terlalu lama ada di tempat penyimpanan agar bisa segera dihabiskan.
Kalau memungkinkan, beli bahan baku dalam jumlah besar pada pemasok langganan Anda. Tanyakan apakah ada potongan harga atau cari opsi grosir lain yang lebih murah.
Aplikasi Kasir Nutapos Bantu Anda Lacak Pemakaian Stok
Nah, jika Anda tidak mau lacak stok secara manual, aplikasi kasir Nutapos bisa bantu dalam hal ini!
Nutapos punya fitur manajemen stok barang dan bahan baku, di mana Anda bisa:
- Catat dan lacak semua stok secara real-time.
- Jumlah stok otomatis berkurang ketika terjadi penjualan produk.
- Lihat berbagai macam laporan ketersediaan stok.
- Catat setiap pembelian stok dari supplier.
- Catat utang ke pemasok (jika ada).
- Kasih notifikasi jika stok hampir habis atau sudah habis.
Dan yang paling enak, Nutapos menawarkan skema pembayaran per transaksi. Anda cukup top-up minimal Rp50.000, dan setiap ada penjualan, saldo top-up hanya terpotong Rp200 (bisa proses sampai 250 transaksi).
Selama saldo masih ada, semua fitur di aplikasi kasir Nutapos dan backoffice nutacloud bisa Anda pakai.
Untuk informasi lebih lanjut, Anda bisa minta demo gratis ke Customer Service Nutapos, cukup klik banner di bawah.
Atau, daftar dan buat akun langsung di backoffice nutacloud. Ada masa trial gratis selama 14 hari!
Kesimpulan
Itu dia penjelasan lengkap mengenai komponen biaya produksi pada bisnis kuliner. Dengan mengerti komponen ini, Anda bisa tahu persis berapa uang yang dikeluarkan buat setiap porsi atau minuman yang dijual.
Hasilnya, Anda lebih bisa mengontrol biaya, menentukan harga jual, dan memastikan potensi keuntungan yang didapat.
Jangan lupa untuk coba pakai aplikasi kasir Nutapos jika Anda sudah kewalahan mengurus stok secara manual!
