Apa Itu Street Coffee? Pengertian, Tren, Jenis & Tips Bisnis

6 menit membaca

Informasinya berguna? Bagikan ke teman Anda. Siapa tahu mereka membutuhkannya.

Isi Artikel

Konsep street coffee kini semakin digemari di berbagai kota, termasuk di Jakarta, Malang, dan Yogyakarta. Pasalnya, ide bisnis ini tidak membutuhkan modal yang besar. 

Sesuai dengan namanya, kedai kopi ini beroperasi di pinggir jalan atau menggunakan kendaraan sederhana seperti motor, bajaj, dan gerobak.

Nah, jika Anda tertarik untuk buka kedai kopi kaki lima atau di pinggir jalan, pahami dulu bagaimana karakteristik ide usaha ini!

Yuk, kita kupas tuntas dari pengertian, tren, jenis, dan cara memulai bisnis kopi jalanan yang cocok untuk pemula!

Apa itu Street Coffee?

Istilah street coffee berasal dari Bahasa Inggris, yang memiliki arti kopi jalanan atau kopi pinggir jalan. Ada juga yang menyebutnya sebagai kopi kaki lima.

Biasanya, mereka memang berada di pinggir jalan, dekat trotoar, atau keliling area tertentu. Konsep ini mulai populer karena menawarkan minuman kopi berkualitas dengan harga yang sangat terjangkau.

Secara umum, kopi jalanan hadir dalam bentuk gerobak, stan kecil, atau pakai kendaraan agar mudah pindah tempat dan ditemukan banyak orang.

Karena sangat fleksibel dan murah, sasaran pelanggan kopi jalanan merupakan mahasiswa dan pekerja kantoran yang punya banyak kesibukan.

Bagaimana Tren Street Coffee Berkembang di Indonesia?

Ada tiga faktor pendorongnya: kehadiran generasi Milenial dan Gen Z, mudahnya akses untuk menikmati kopi pinggir jalan, dan harga yang terjangkau.

Sudah bukan rahasia lagi jika kopi memang merupakan minuman favorit banyak orang. Survei dari Snapcart pun menunjukkan bahwa 79% responden (dari 4.538 orang) mengonsumsi kopi.

Ditambah dengan kehadiran generasi muda yang lebih suka pengalaman kuliner praktis, tanpa harus menguras banyak waktu.

Mereka sering menikmati kopi pinggir jalan ketika hendak berangkat ke kantor, sedang istirahat makan siang, atau mampir sejenak untuk melepas penat. 

Konsepnya memang grab and go, tanpa harus berpakaian formal (seperti yang biasa dilakukan ketika nongkrong di kafe).

Di sinilah street coffee menawarkan solusi bagi mereka yang ingin menikmati kopi enak, namun dengan harga yang sangat ramah di kantong (sampai belasan ribu saja) dan waktu yang lebih efisien.

Selain itu, konsep kopi ini tersedia di banyak lokasi strategis, seperti di dekat pusat perbelanjaan, kantor, spot jogging, taman, hingga tempat keramaian lainnya.

Bahkan ada yang keliling area tertentu, mengusung konsep mobile atau localling, untuk menjangkau pelanggan.

Jenis Street Coffee

Tren bisnis ini tidak cuma jualan kopi di pinggir jalan saja. Berikut beberapa jenis yang populer di Indonesia dan bisa Anda tiru!

1. Motor

Pakai motor merupakan konsep yang paling sederhana. Terlebih lagi, Anda tidak perlu beli kendaraan baru. Cukup pakai saja yang sudah ada sekarang dan modifikasi sedikit.

Misalnya dengan menambahkan rak atau  box  kecil untuk meletakkan perlengkapan pembuatan kopi.

Keunggulan dari konsep ini adalah bisa dengan mudah berpindah-pindah lokasi. Lalu, akhirnya bisa menjangkau berbagai area di kota dengan lebih cepat. 

Tentu saja, penggunaan motor Ini sangat ideal untuk lokasi yang jangkauannya terbatas oleh kendaraan lebih besar. Misalnya saja, Anda bisa masuk ke area kampus, taman kota, atau dekat stasiun.

Anda cukup mempromosikannya melalui media sosial. Namun, tantangannya adalah keterbatasan ruang untuk membawa persediaan kopi dan alat-alatnya. 

2. Gerobak atau Gerai Kecil

Gerobak kopi, atau dengan gerai kecil, adalah salah satu bentuk kopi pinggir jalan yang sudah sangat familiar di Indonesia. Pasti Anda pernah lihat tren ini, bukan? Karena bisnisnya memang menjamur di mana-mana.

Pengusaha kopi pinggir jalan dengan gerobak atau gerai biasanya punya lokasi tetap atau semi tetap, namun tetap fleksibel untuk dipindahkan. Biaya pembuatan gerobak kopi juga relatif murah. Mulai Rp1,5 juta saja.

Ketimbang motor, gerobak atau gerai punya ruang yang lebih luas. Jadi, bisa menyimpan lebih banyak varian kopi dan peralatan.

3. Bajaj

Dengan sedikit modifikasi, bajaj bisa disulap menjadi gerai kopi berjalan yang unik dan menarik perhatian. 

Keunggulan dari konsep street coffee dengan bajaj adalah ukurannya yang lebih besar dibanding motor atau gerobak, sehingga penjual bisa membawa lebih banyak perlengkapan dan bahan.

Bajaj juga memberikan kesan unik dan menarik perhatian. Terutama jika dimodifikasi seperti warung kopi. Pada bagian belakang bisa Anda beri penutup seperti warung disertai display kopi.

Klik untuk menghubungi WhatsApp Customer Service Nutapos.

Mobilitasnya yang cukup tinggi membuat penjual kopi dengan bajaj bisa lebih fleksibel dalam berpindah tempat. Meskipun untuk ukuran, tidak sefleksibel motor. 

Bajaj bisa dijadikan solusi bagi pengusaha yang ingin menarik perhatian pembeli, khususnya di daerah luar Jakarta yang jarang ada bajaj. Pelakunya juga masih cukup sedikit, kok. Jadi, bisa buat branding lebih unik ketimbang yang lain.

4. Mobil

Karena kapasitasnya besar, mobil sangat ideal untuk Anda yang ingin bawa banyak peralatan seduh kopi dan masak. Dari mesin espresso kecil, alat seduh manual, dan kompor listrik atau gas portable. 

Jika masih ada tempat, jangan disia-siakan. Anda bisa menawarkan berbagai makanan ringan. Seperti kukis, puding, atau sekadar kacang-kacangan.

Tren bisnis kopi dengan mobil adalah fleksibilitasnya untuk berpindah-pindah ke banyak lokasi dengan jarak agak jauh. Misalnya ke acara-acara besar, festival, atau area wisata. 

Selain itu, dengan menggunakan mobil, pemilik usaha jadi punya look yang lebih terlihat “premium” kepada pelanggan. Namun, modal yang dibutuhkan tentunya lebih besar dibandingkan dengan konsep motor atau gerobak, ya!

Baca juga: Panduan Lengkap Usaha Kedai Kopi: Peluang, Modal dan 8 Tips Membangun

5. Pick Up

Pick up sangat pas untuk Anda yang ingin menyasar pasar pecinta kopi sejati. Anda bisa membuat bar kopi mini di atasnya, lengkap dengan peralatan yang lebih profesional.

Pecinta kopi sejati ini bukan sekadar penggemar es kopi susu, melainkan penikmat kopi spesial dengan jenis single origin yang punya rasa unik. Kopi yang digunakan biasanya jenis arabika, baik dari lokal maupun luar negeri.

Kopi pinggir jalan dengan pick up biasanya terlihat di acara-acara besar atau di area yang ramai.

Cara Memulai Bisnis Street Coffee untuk Pemula

Memulai bisnis ini bisa menjadi peluang yang menguntungkan, terutama di Indonesia yang memiliki budaya kopi yang kental. 

Ini beberapa langkah yang diharapkan bisa membantu Anda untuk memulai bisnis kopi jalanan:

Setup peralatan street coffee yang menjual kopi hitam dan kopi susu.
Setup peralatan street kopi yang fokus menjual kopi hitam dan kopi susu.

1. Gunakan Kendaraan atau Konsep yang Unik

Menggunakan kendaraan seperti bajaj, mobil van, atau sepeda motor tua untuk menjual kopi bisa menjadi cara efektif untuk membawa kopi ke tempat-tempat ramai. 

Anda juga bisa membuat desain gerai yang menarik dan mudah dikenali, untuk memikat perhatian pembeli. Desain kendaraan dengan warna yang mencolok, namun tetap simpel dan mudah dibaca.

Konsep yang berbeda dan kreatif ini tidak hanya menarik pelanggan, tetapi juga menjadi pembeda dari pesaing lainnya.

Baca juga: Cara Meningkatkan Penjualan Kedai Kopi, Bisa Langsung Diterapkan!

2. Lokasi Street Coffee Shop Harus Strategis

Pilihlah tempat yang ramai dan banyak dilewati orang, seperti dekat pusat perbelanjaan, kantor, kampus, atau tempat wisata.

Lokasi yang strategis akan mempermudah Anda untuk menjangkau konsumen yang lebih banyak. Pastikan juga tempat tersebut mudah diakses dan aman untuk berbisnis.

Kalau di Yogyakarta, kebanyakan kopi jalanan berada di area Tugu. Jika tidak memungkinkan untuk cari lokasi yang strategis, Anda bisa menawarkan konsep jualan unik, baik itu di bawah jembatan, pinggir kali, atau area taman.

3. Fokus pada Kualitas, Namun Harga Tetap Terjangkau

Memang, harga yang murah tidak begitu bisa memberikan rasa kopi kualitas tinggi. Namun setidaknya, Anda bisa memastikan kopi yang disajikan sudah sesuai dengan selera lokal dan konsisten.

Jadi, pilih dulu biji kopi mana yang sesuai dengan budget Anda, dan pilihan menu atau varian apa saja yang bisa ditawarkan di awal buka usaha.

Jangan terlalu fokus pada penggunaan alat yang mahal, asalkan bisa menghasilkan rasa yang konsisten, itu sudah cukup.

4. Kembangkan Menu yang Diminati

Rasa kopi yang sesuai dengan selera lokal berarti Anda setidaknya sudah paham hal apa yang dicari oleh calon pelanggan dalam segelas kopi.

Untuk para pecinta kopi, kopi hitam seperti tubruk, americano, manual brew, dan cold brew bisa jadi pilihan. 

Selain kopi, cobalah untuk menawarkan berbagai varian minuman yang dapat menarik kalangan lain. Misalnya, kopi susu, es kopi, atau kopi dengan tambahan rempah-rempah khas Indonesia. 

Anda juga bisa menawarkan pilihan makanan ringan seperti kue atau cemilan yang cocok dinikmati dengan kopi.

5. Pamerkan Usaha Anda di Media Sosial

Karena basis pelanggan kopi pinggir jalan merupakan generasi muda, pastikan usaha Anda ada kehadirannya di berbagai media sosial.

Platform seperti Instagram, TikTok, dan Twitter bisa menjadi tempat yang efektif untuk memperkenalkan dan mempromosikan usaha kopi Anda.

Gunakan foto dan video menarik untuk menunjukkan produk, suasana, atau proses pembuatan kopi. 

Anda juga dapat repost story atau postingan pelanggan yang sudah mampir untuk memberikan gambaran yang lebih nyata soal suasana tempat.

Lalu, lakukan interaksi dengan pelanggan di media sosial agar bisa meningkatkan loyalitas mereka dan menarik lebih banyak pengunjung ke gerai Anda.

Kesimpulan

Bisnis kopi pinggir jalan menawarkan peluang besar bagi para pelaku usaha di industri kuliner. Anda bisa pilih, mau yang modalnya kecil atau agak besar. Sesuaikan saja dengan kemampuan, ya!

Semoga tips street coffee di atas bisa membantu Anda mengembangkan bisnis coffee shop jadi lebih keren. Selamat mencoba dan semoga sukses dalam menjalankan bisnis Anda!

Jika bisnis sudah berkembang dan Anda kewalahan mengelola banyak aspek operasional secara manual, pertimbangkan untuk pakai aplikasi kasir Nutapos!

Nutapos, yang memang dibuat khusus untuk industri kuliner, menawarkan skema pembayaran per transaksi. Biayanya cuma Rp 200 per transaksi berhasil dan Anda cukup top up minimal Rp50.000 saja!

Keuntungannya, Anda sudah bisa pakai semua fitur dasar lengkap dan proses hingga 250 transaksi, tanpa biaya bulanan. Tertarik coba? Yuk, daftar dan buat akun sekarang melalui backoffice nutacloud.

Klik untuk menghubungi WhatsApp Customer Service Nutapos.

Artikel terkait

Lelah catat dan hitung urusan kasir & laporan secara manual?

Aplikasi POS Nutapos bantu Anda proses transaksi dan catat laporan penjualan secara otomatis. Mulailah fokus melayani pelanggan, bukan berkutat dengan kertas, pulpen, dan kalkulator.

Versi Handphone

Sistem POS yang pas di genggaman. Paling praktis, paling simpel, dan hemat biaya.

Versi Tablet

Satu akun untuk banyak tablet dalam 1 outlet. Urusan kasir sampai pembukuan pasti beres.

Versi Web

Kasir serba bisa di browser laptop & komputer Anda. Tanpa instal aplikasi, tetap lancar tanpa WiFi.

Bisnis Kecil

Terjangkau, praktis & mudah dipakai. Nutapos bantu usaha kecil Anda tumbuh.

Bisnis Berkembang

Cabang usaha kuliner bertambah? Nutapos bantu kelola lebih mudah.

Bisnis Besar

Cabang usaha kuliner bertambah? Nutapos bantu kelola lebih mudah.

Versi Handphone

Sistem POS yang pas di genggaman. Paling praktis, paling simpel, dan hemat biaya.

Versi Tablet

Satu akun untuk banyak tablet dalam 1 outlet. Urusan kasir sampai pembukuan pasti beres.

Versi Web

Kasir serba bisa di browser laptop & komputer Anda. Tanpa instal aplikasi, tetap lancar tanpa WiFi.

Hardware

Lengkapi usaha Anda dengan hardware kasir Nutapos yang bikin proses pesanan lebih lancar, tanpa hambatan.

Sumber informasi lengkap tentang dunia kuliner & aplikasi kasir

Fitur Manajemen Inventori POS: Rahasia Restoran Anti Kehabisan Bahan