Peluang usaha cireng frozen food memiliki target konsumen yang cukup besar di Indonesia. Dengan semakin banyaknya para pekerja dan keluarga kecil yang memilih makanan beku siap saji dibanding harus masak setiap hari.
Cireng sebagai frozen snacks juga memiliki permintaan yang tinggi, mencapai 55%. Untuk Anda yang tertarik memulai usaha ini, simak panduan di bawah!
Nutapos akan berikan hal yang perlu Anda pahami tentang cireng, estimasi modal awal, kisah sukses, sampai langkah memulainya.
Apa Itu Cireng?

Camilan khas Sunda ini memiliki arti “aci digoreng”, dan mulai dikenal sejak tahun 1970-an sebagai jajanan kaki lima.
Memiliki tekstur kenyal di dalam dan renyah di luar, cireng umum disajikan dengan kuah rujak atau sambal kacang pedas.
Cireng yang dulu berbeda dengan yang sekarang. Camilan ini memiliki beragam variasi isi, seperti ayam, keju, cabai, sosis, sayuran, dan lainnya. Ada juga tingkatan level pedas untuk isian dan kuahnya.
Kini, cireng sudah banyak disajikan sebagai camilan favorit di restoran, kedai kopi, dan kafe. Banyak pula brand cireng yang sukses menjualnya sebagai frozen snack saja.
Baca juga: 20 Ide Usaha Jajanan Pasar, Modal Kecil dan Harga Jual Ribuan!
Kisah Sukses Pelaku Usaha Cireng Frozen Food
Dilansir dari DetikFood, seorang ibu sekaligus guru TK, Erni Rahman, memulai bisnis cireng crispy pada tahun 2013.
Dengan modal awal Rp50.000 saja, Bu Erni mulai produksi dari rumah dan menjual cireng buatan tangan sendiri kepada tetangga dan teman-teman.
Dua tahun pertama penuh tantangan, namun dengan dukungan keluarganya, usaha ini mulai berkembang.
Pada 2015, bisnis cirengnya mengalami lonjakan besar, dengan omzet yang mencapai Rp 1 miliar per bulan. Ini berkat munculnya tren cireng crispy yang unik, dipadukan dengan sambal rujak.
Usaha cireng crispy miliknya, Shaza Food, kini sudah memiliki dapur produksi dan lebih dari 140 karyawan.
Walaupun bisnisnya sudah berkembang, Bu Erni tetap aktif menjalankan profesinya sebagai guru, dan sekarang ia menjabat Kepala Sekolah di TKIT Darussalam.
Estimasi Modal Usaha Cireng Frozen Food
Belajar dari Bu Erni, sebenarnya Anda bisa langsung bangun usaha ini dari nol dengan modal yang kecil.
Manfaatkan keahlian memasak yang sudah ada dan cari banyak referensi resep cireng di internet. Kemudian, mulai produksi dalam skala kecil dulu dan jual produk Anda ke kenalan terdekat.
Namun, jika Anda langsung ingin menjual dalam skala cukup besar, berikut Nutapos jabarkan estimasi modal usaha cireng.
Tabel di bawah bisa jadi panduan untuk menjual 400 biji cireng dalam sebulan, dengan asumsi Anda sudah memiliki peralatan dapur umum (kompor, wajan, pisau, wadah, dll).

| Pengeluaran | Perkiraan Biaya | Keterangan |
| Peralatan Dapur | ||
| Timbangan Digital | Rp75.000 | Menakar bahan dan adonan. |
| Mesin Vakum Makanan | Rp300.000 | Untuk menghilangkan udara dalam kemasan. |
| Freezer Box 100 liter | Rp1.400.000 | Untuk menyimpan produk cireng. |
| Bahan Baku Awal | ||
| Tepung Tapioka (27 kg) | Rp15.000 x 27 = Rp405.000 | 1 kg bisa buat sampai 15-20 pcs cireng. |
| Tepung Terigu (1 kg) | Rp11.000 | Hasil riset di internet, 80 gram tepung terigu cukup untuk adonan 1 kg tepung tapioka. |
| Bumbu dan Penyedap | Rp50.000 | Garam Merica/lada bubuk Bawang putih (bubuk atau haluskan) Kaldu bubuk Daun bawang (opsional) |
| Minyak Goreng 2 liter | Rp100.000 | Untuk goreng cireng setengah matang. |
| Plastik Vakum Polos | Rp1.000 x 40 = Rp40.000 | Bila Anda menjual dengan porsi 10 biji cireng per bungkus. |
| Kebutuhan Lain | ||
| Listrik, air, dan gas | Rp100.000 | Pembayaran listrik , air, dan gas untuk beberapa bulan awal |
| Total | Rp2.481.000 |
Jika Anda masih ingin memangkas modal, cukup sesuaikan saja jumlah produksi cireng dalam sebulan. Bisa juga dengan mengkombinasikan model jualan: langsung goreng dan frozen.
Baca juga: Potensi Usaha Makanan & Minuman di Kalangan Mahasiswa
Cara Memulai Usaha Cireng Frozen Food
Berikut langkah-langkah yang perlu Anda ikuti untuk serius memulai usaha ini:
1. Tentukan Produk Cireng yang Ingin Dijual
Agar usaha ini bisa bertahan dan berkembang, Anda perlu memikirkan dengan matang tentang jenis produk yang akan dijual.

Ini juga akan jadi poin unik dari usaha Anda. Jenis cireng ada banyak, seperti:
- Cireng Original (paling sederhana, mudah dibuat)
- Cireng Isi (bisa punya banyak varian ini)
- Cireng Pedas atau Mercon (bisa menyesuaikan level pedasnya)
- Cireng Sehat (pakai bahan organik dan mengandung banyak nutrisi)
- Cireng Premium (pakai bahan premium)
Penentuan ini harus dibarengi dengan riset pasar atau mengenali calon pelanggan Anda terlebih dahulu.
Misal di area rumah Anda, kemungkinan pembelinya adalah keluarga. Maka, Anda bisa fokus menjual produk cireng sehat dan halal saja. Yang aman dikonsumsi anak-anak.
Atau sesuaikan dengan modal yang ada. Fokus ke 1 produk saja dulu, dan analisis bagaimana penjualannya, siapa pembelinya, dan apa masukan dari mereka.
2. Riset dan Uji Coba Resep
Setelah menentukan fokus produk usaha cireng, riset atau cari tahu lagi bagaimana orang lain membuat cireng. Ratusan resep bisa Anda temukan di internet dan media sosial.
Dalam tahap ini, cobalah beberapa resep cireng yang paling sesuai dengan ide usaha Anda. Uji beberapa variasi bahan, misal pakai tepung tapioka saja tanpa tepung terigu. Atau kombinasi bumbu, isian, atau sayuran berbeda.
Cek bagaimana hasil akhirnya; apakah sudah sesuai dengan harapan dan tekstur cireng bisa kenyal di dalam namun renyah di luar?
Catat juga bagaimana proses memasaknya. Ini nanti akan jadi panduan memasak yang bisa Anda cantumkan di kemasan (bila menjual cireng beku).
Jelaskan bagaimana pelanggan dapat menikmati cireng tersebut dan rekomendasi cara menggorengnya. Jelaskan pula cara penyimpanan agar cireng bisa tahan lama dan tidak mudah rusak.
3. Tentukan Konsep Usaha Cireng Anda
Langkah berikutnya adalah merumuskan konsep usaha yang jelas, dari branding produk sampai model penjualan.
a. Branding Cireng
Branding itu tentang bagaimana cara Anda membangun identitas bisnis yang konsisten. Ini nanti akan menjadi pesan pemasaran agar calon pelanggan dapat dengan mudah mengenali produk Anda.
Mulai dengan memilih nama brand yang mudah diingat dan mencerminkan konsep bisnis. Jika Anda fokus ke produk cireng sehat, pastikan nama tersebut memberi kesan alami, segar, dan organik.
Baca juga: Cara Membuat Nama Brand, Lengkap sampai Peraturannya
Lalu, visual pada kemasan juga perlu diperhatikan. Tidak perlu yang terlalu estetik, asalkan jelas terlihat apa produknya, apa kandungannya, dan panduan menikmatinya.
Pastikan saja ada penjelasan mengenai keunikan atau keunggulan produk Anda yang berbeda dari produk serupa. Mungkin dari rasa, tekstur, bahan, atau isian yang tidak umum.
b. Model Penjualan Usaha Cireng
Untuk model penjualan, ada beberapa opsi yang bisa dipilih, tergantung pada tujuan bisnis dan bujet yang tersedia.
- Penjualan Langsung (bisa dari rumah ke rumah atau membuka stan kecil di depan rumah).
- Penjualan Online (daftar menjadi merchant di marketplace atau jualan lewat media sosial).
- Kerja Sama (bermitra dengan restoran, kafe, atau kedai kopi di area sekitar).
Untuk menyesuaikan model penjualan dengan bujet yang dimiliki, mulailah dengan model penjualan langsung di area sekitar Anda. Beritahu teman dan kenalan bila Anda menjual cireng.
Berikan sampel agar mereka mau mencoba dan memberi feedback. Jika hasilnya positif, mereka akan menjadi pelanggan pertama.
Jika ingin menjangkau pasar yang lebih banyak, Anda bisa coba menggunakan media sosial saja. Bisa pakai WhatsApp, TikTok, atau Instagram.
Buat konten di media sosial, setidaknya jelaskan apa saja menunya, bagaimana produknya, seperti apa proses produksinya, apa saja keunggulannya, dan sebagainya.
Cukup fokus pada kualitas produk dan promosi lewat visual menarik serta testimoni dari pelanggan yang sudah coba dan beli.
4. Tentukan Harga Jual yang Menguntungkan
Setelah semua persiapan bahan baku dan konsep selesai, Anda perlu menentukan harga jual yang realistis namun menguntungkan.
Baca juga: Cara Menghitung Biaya Bahan Baku dan Menentukan Harga Jual
Mulai dengan menghitung seluruh biaya bahan baku (tepung, minyak, kemasan, dll.) dan operasional lainnya (listrik, transportasi). Lalu, tentukan berapa persen keuntungan yang ingin didapatkan per produk.
Misalnya, jika total biaya produksi per bungkus cireng adalah Rp 15.000, Anda bisa menetapkan harga jual sekitar Rp 20.000 – Rp 25.000 per bungkus, tergantung pada margin yang diinginkan.
Terakhir, lihat juga harga jual cireng frozen yang ada di pasaran untuk memastikan harga Anda tetap kompetitif dan sesuai dengan daya beli pasar.
Kesimpulan
Demikian penjabaran seputar usaha cireng frozen food. Apapun bentuk bisnisnya, usaha ini bisa Anda mulai dengan modal kecil. Yang penting Anda memiliki rencana yang matang.
Tentukan produk yang ingin dijual, lakukan riset resep, dan pilih konsep usaha yang sesuai dengan target pasar.
Lalu, dengan penentuan harga yang realistis dan strategi pemasaran yang efektif, usaha Anda bisa berkembang dengan baik.
Jika Anda ingin operasional usaha bisa berjalan dengan lebih lancar, pertimbangkan pakai aplikasi kasir seperti Nutapos.
Murah dan tidak ribet! Anda bisa pakai Nutapos dengan top-up saldo Rp50.000 saja dan pakai skema per transaksi.
Di skema ini, saldo hanya dipotong Rp200 per transaksi berhasil (bisa proses sampai 250 transaksi). Apabila bisnis cireng lagi sepi dan penjualan tidak ada, maka Anda tidak perlu membayar apapun!
Selain itu, Nutapos punya beragam fitur lengkap, seperti:
- Proses transaksi penjualan online atau offline.
- Terima pembayaran digital atau tunai.
- Cetak struk atau kirim struk digital ke pelanggan.
- Laporan penjualan harian langsung dikirim lewat email.
- Cek 40+ laporan lainnya, real time dan kapan saja.
Tertarik untuk mencoba? Langsung saja download Nutapos melalui Google Play Store. Anda juga bisa daftarkan akun bisnis dari backoffice Nutapos. Gratis pakai selama 14 hari dan bisa dapat saldo Rp10.000 cuma-cuma!
