Tahu cara menghitung BEP (Break-even Point atau titik impas) berguna agar Anda punya gambaran jelas tentang target penjualan, harga jual, dan kapan bisnis balik modal.
Kalau tidak, bisa-bisa Anda stress sendiri karena angka penjualan ternyata tidak mampu menutupi biaya operasional (sewa tempat, beli bahan dan alat, dll.)
Jadi, pahami dulu pengertian, komponen, rumus, dan cara menghitungnya supaya usaha kuliner Anda tidak asal buka, asal jalan!
Apa Itu BEP atau Break-even Point?

BEP adalah titik saat usaha Anda tidak untung atau rugi (baru balik modal untuk operasional saja). Namun, semua biaya operasional bisnis sudah tertutup oleh pendapatan.
Kalau diibaratkan, BEP ini semacam garis start bisnis untuk mulai menghasilkan keuntungan.
Kenapa tiap pelaku usaha harus paham cara menghitung BEP? Tujuannya agar:
- Tahu seberapa besar penjualan yang harus dicapai untuk mencapai titik aman.
- Bantu Anda evaluasi apakah harga jual sudah sesuai atau perlu diubah.
- Bisa lebih cermat dalam mengelola biaya tetap dan variabel bisnis.
Baca juga: 11 Cara Memulai Usaha Kuliner dari Nol, Strategi Sukses untuk Pemula!
Komponen BEP yang Harus Diketahui
Untuk menghitung titik impas dengan benar, Anda perlu tahu beberapa komponen penting berikut:
1. Biaya Tetap (Fixed Costs)
Biaya tetap adalah pengeluaran bisnis yang jumlahnya selalu sama dan selalu ada. Biaya ini wajib dibayar setiap bulan, mau bisnis lagi ramai atau sepi. Contohnya:
- Sewa tempat
- Gaji karyawan tetap
- Internet bulanan
- Pajak
Nah, Anda harus tahu jumlah pastinya agar hitungan BEP juga akurat. Sebab, semakin besar biaya tetap, semakin banyak juga penjualan yang harus Anda capai agar usaha tidak rugi.
2. Biaya Variabel (Variable Costs)
Biaya variabel adalah pengeluaran yang berubah sesuai dengan jumlah makanan atau minuman yang Anda produksi dan jual.
Intinya, semakin banyak yang Anda jual, maka semakin besar biaya variabel yang harus dikeluarkan. Contohnya:
- Bahan baku (ayam, sayuran, bumbu dapur)
- Biaya kemasan
- Bonus karyawan untuk setiap penjualan
- Gas, listrik, dan air
| Misal, untuk jual satu porsi nasi goreng, biaya bahan baku adalah Rp8.000. Kalau Anda menjual 100 porsi, biaya variabelnya menjadi Rp800.000. Kalau jual 200 porsi, biayanya jadi Rp1.600.000. |
Karena terus berubah, biaya variabel ini perlu dipantau. Tujuannya agar Anda bisa cari cara/alternatif lain untuk menekan pengeluaran.
3. Harga Jual per Unit (Selling Price per Unit)
Seperti namanya, ini adalah harga yang Anda kenakan untuk satu porsi makanan atau minuman. Komponen ketiga ini harus masuk dalam cara menghitung BEP.
Misalnya, jika Anda menjual satu porsi nasi goreng seharga Rp20 ribu, maka itu adalah harga jual per unit Anda.
Baca juga: 12 Cara Mendapatkan Modal Usaha untuk Bisnis Makanan & Minuman
Menentukan harga jual sebaiknya jangan asal-asalan; harus lebih tinggi dari HPP (Harga Pokok Penjualan), karena ini yang jadi sumber keuntungan usaha Anda.
Untuk menentukan harga jual yang pas, hitung dulu semua biaya variabel per unit, biaya tetap, dan target margin keuntungan.
| Contohnya, jika biaya variabel per porsi Rp10.000 dan Anda ingin margin kontribusi Rp15.000, maka harga jual minimal harus Rp25.000. |
Yang perlu diingat, harga jual juga harus sesuai dengan daya beli pelanggan atau target pasar.
4. Margin Kontribusi per Unit (Contribution Margin per Unit)
Margin kontribusi per unit merujuk pada jumlah uang yang tersisa dari harga jual setelah dikurangi biaya variabel yang diperlukan untuk memproduksi satu produk. Rumusnya:
Margin Kontribusi = Harga Jual per Unit – Biaya Variabel per Unit
Hasil dari hitungan ini dipakai untuk menutupi semua biaya tetap yang ada. Setelah biaya tetap terpenuhi, margin kontribusi mulai menjadi keuntungan.
Kalau kita pakai contoh di poin nomor 3, margin kontribusinya Rp15.000 per penjualan satu porsi nasi goreng.
Nah, Rp15.000 ini nantinya Anda gunakan untuk menutup biaya tetap, baru sisanya jadi keuntungan.
Kenapa margin kontribusi penting? Karena semakin besar margin kontribusinya, semakin sedikit jumlah penjualan yang dibutuhkan untuk mencapai BEP.
| Sedikit info, margin kontribusi berbeda dengan margin keuntungan. Margin keuntungan adalah uang yang tersisa setelah semua biaya operasional (tetap maupun variabel) telah dibayarkan. Intinya, sisa uang dari margin kontribusi (keuntungan bersih). Rumus margin keuntungan total Margin Keuntungan = Total Pendapatan – (Biaya Tetap + Biaya Variabel) Margin keuntungan juga bisa dihitung per unit atau produk, dengan rumus: Margin Keuntungan per Unit = Harga Jual per Unit – (Biaya Tetap per Unit + Biaya Variabel per Unit) |

2 Rumus Menghitung BEP dan Contohnya
Setelah paham komponennya, baru bisa lanjut ke memahami dua rumus dalam cara menghitung BEP:
1. Rumus BEP (Unit)
Rumus untuk menghitung BEP berdasarkan unit yang harus dijual adalah:
Biaya Tetap ÷ Margin Kontribusi per Unit = BEP (Unit)
Misalnya, harga jual per unit Rp30.000, dan biaya variabel Rp10.000. Dalam satu bulan, biaya tetap yang harus Anda bayar adalah Rp10.000.000.
Margin kontribusinya adalah Rp20 ribu (Rp30.000 – Rp10.000). Maka BEP-nya adalah:
Rp10.000.000 ÷ Rp20.000 = 500 unit
Artinya, Anda harus menjual 500 porsi makanan supaya balik modal.
Baca juga: 7 Faktor Keberhasilan Bisnis Kuliner agar Tak Kalah Saing!
2. Rumus BEP (Penjualan)
Cara hitung BEP penjualan dipakai kalau Anda mau tahu target penjualan dalam rupiah. Penjabaran rumusnya:
BEP (Penjualan) = Biaya Tetap ÷ Margin Kontribusi Ratio
Kita perlu hitung dulu margin kontribusi ratio, dengan rumus:
Margin Kontribusi ÷ Harga Jual per Unit
Kita pakai contoh yang sama dengan yang di atas:
- Margin kontribusinya Rp20.000
- Harga jual per unit Rp30.000
- Biaya tetap Rp10.000.000 per bulan
Margin kontribusi ratio-nya adalah Rp20.000 ÷ Rp30.000 = 0,666
Lalu, BEP penjualannya adalah Rp10.000.000 ÷ 0,666 = Rp15.015.015 (bulatkan jadi Rp15.020.000)
Jadi, Anda butuh total penjualan sebanyak Rp15 juta sekian untuk balik modal saja.
Cara Menghitung BEP Usaha Kuliner dan Contohnya
Sekarang, kita coba hitung BEP dan contoh yang relevan untuk bisnis kuliner.

1. Pastikan Dulu Semua Biaya yang Diperlukan
Langkah pertama adalah mencatat semua biaya yang harus keluar dalam usaha kuliner Anda. Ada dua jenis biaya: tetap dan variabel.
Di sini, Nutapos pakai contoh usaha nasi goreng, dengan ketentuan biaya:
Biaya tetap (Bulan Januari):
- Sewa tempat: Rp2.000.000
- Gaji tetap untuk Anda: Rp2.000.000
Total biaya tetap: Rp4.000.000
Biaya variabel (per porsi dalam Bulan Januari):
- Beras, ayam, telur, acar, dan bumbu: Rp9.000
- Bungkus nasi goreng dan sendok plastik: Rp1.000
- Gas, air, listrik, minyak goreng: Rp2.000
Total biaya variabel per porsi: Rp12.000
Kemudian, tentukan harga jual per porsi nasi goreng, misalnya Rp25.000. Dengan begitu, margin kontribusi per porsi adalah:
Rp25.000 – Rp12.000 = Rp13.000.
Jadi, setiap porsi yang terjual memberikan kontribusi Rp13.000 untuk menutup biaya tetap.
2. Terapkan Rumus dan Cara Menghitung BEP
Setelah semua data biaya terkumpul, kita bisa menghitung BEP menggunakan rumus.
Pertama, hitung BEP berdasarkan unit:
BEP (Unit) = Biaya Tetap ÷ Margin Kontribusi per Unit
BEP (Unit) = Rp4.000.000 ÷ Rp13.000 = 307,69 (kita bulatkan jadi 308)
Artinya, Anda harus bisa menjual 308 porsi nasi goreng dalam sebulan untuk menutup semua biaya dan balik modal.
Selanjutnya, hitung BEP dalam bentuk penjualan rupiah:
BEP (Penjualan) = BEP (Unit) × Harga Jual per Unit
BEP (Penjualan) = 308 × Rp25.000 = Rp7.700.000
Jadi, Anda perlu mencapai penjualan sebesar Rp7.700.000 untuk mencapai BEP. Dengan angka-angka ini, Anda jadi tahu target bulanan yang harus dicapai agar usaha tidak rugi.
Langkah Selanjutnya setelah Paham BEP
Seperti yang sudah dijelaskan, memahami cara hitung BEP akan bantu Anda untuk tahu berapa banyak produk yang harus dijual supaya bisnis tidak rugi.
Angka BEP akan jadi pedoman untuk menetapkan target penjualan harian atau bulanan. Misalnya, harus bisa jual 308 porsi nasi goreng per bulan atau sekitar 10/11 porsi per hari (asumsi Anda kerja 30 hari).
Selain itu, BEP juga dapat membantu Anda mengevaluasi performa bisnis. Semisal penjualan belum mencapai BEP, itu tandanya harus ada yang diperbaiki.
Bisa dari harga jual terlalu tinggi/rendah, biaya bahan baku yang masih terlalu mahal, atau banyak orang belum tahu dengan bisnis/lokasi bisnis Anda.
BEP juga berfungsi jadi pedoman saat Anda mau bikin promo dengan tahu batas diskon yang aman tanpa bikin rugi.
Kesimpulan
Memahami cara menghitung BEP itu penting sebagai patokan penjualan usaha kuliner Anda. Dengan ini, Anda jadi bisa menetapkan harga jual, target, dan strategi promosi.
Hasilnya, target penjualan mampu menutupi seluruh biaya tetap dan variabel yang ada. Jadi, pastikan Anda sudah hitung BEP dengan tepat!
Kalau Anda merasa kewalahan untuk buat banyak laporan keuangan bisnis, yuk coba pakai aplikasi kasir Nutapos.
Tinggal pakai aja, dan bisa dipastikan semua transaksi penjualan dan pembelian bahan baku pasti aman tersimpan!
Laporan di Nutapos juga banyak, lebih dari 40 dan semuanya berguna untuk tahu performa bisnis secara real-time, seperti:
- Penjualan Harian/Bulanan
- Pembelian Bahan
- Ketersediaan Stok
- Laba, dan masih banyak lagi
Aplikasi kasir Nutapos juga bisa dipakai secara online atau offline. Jadi, tidak perlu khawatir semisal jaringan internet di tempat Anda sedang bermasalah.
Mau coba sekarang? Daftarkan bisnis Anda melalui backoffice Nutacloud dan download aplikasinya langsung di Google Play Store.
