Ingin kasih diskon ke pelanggan tapi takut rugi? Ini bisa terjadi kalau Anda tidak tahu cara menghitung diskon dengan benar.
Diskon memang jadi ragam promosi yang paling ditunggu sama pelanggan. Bahkan hasil riset dari Populix menyebutkan bahwa 31 persen konsumen Indonesia sangat menanti diskon di hari belanja online nasional!
Makanya, Anda sebagai pemilik usaha harus paham bagaimana sistem pemberian diskon untuk pelanggan. Supaya jualan bisa laris manis tapi tidak rugi!
Jenis-jenis dan Cara Menghitung Diskon

Ada banyak jenis diskon yang bisa Anda pilih untuk diberikan kepada pelanggan. Berikut ini jenis dan rumus menghitung diskon untuk restoran atau kafe.
1. Diskon dalam Bentuk Persen
Diskon persentase (%) merupakan yang paling sering digunakan oleh pelaku usaha di Indonesia.
Ada diskon tunggal, seperti diskon 20% saja. Ada juga diskon ganda yang hitungannya bertingkat, misal diskon 20% + 10%.
Bagaimana cara menghitung diskon harga? Begini rumusnya:
Harga Setelah Diskon = Harga Awal − (Harga Awal × Persentase Diskon)
Contoh:
- Harga awal: Rp100.000
- Diskon: 20%
- Harga Setelah Diskon = 100.000−(100.000×20%)=100.000−20.000=𝑅𝑝80.000
Sementara itu, jika diskon ganda 20% + 10%, cara menghitung diskon bukan menambahkan dua persentase itu ya.
Anda harus menghitung dulu persentase awal, lalu hasilnya ini nanti yang buat menghitung persentase kedua.
Rumus diskon ganda:
Harga Setelah Diskon Pertama = Harga Awal − (Harga Awal × Persentase Diskon 1)
Harga Diskon Kedua (hasil akhir) = Harga Setelah Diskon 1 − (Harga Setelah Diskon 1 × Persentase Diskon 2)
Contoh:
- Harga awal: Rp100.000
- Diskon: 20% + 10%
- Harga Setelah Diskon Pertama = Rp100.000 – (Rp100.000 x 20%) = Rp100.000 – Rp20.000 = Rp80.000
- Harga Setelah Diskon Kedua = Rp80.000 – (Rp80.000 x 10%) = Rp80.000 – Rp 8.000 = Rp72.000
Jadi, harga yang harus dibayar oleh pembeli Rp72.000.
Baca juga: Cara Meningkatkan Penjualan Kedai Kopi, Bisa Langsung Diterapkan!
2. Diskon Potongan Harga
Diskon potongan harga hitungannya lebih simpel, soalnya pakai nominal langsung dan tetap. Misalnya, Anda menetapkan mau kasih diskon Rp30.000 untuk pembelian nominal tertentu.
Rumusnya: Harga Setelah Diskon = Harga Awal − Diskon Nominal
Contoh:
- Harga awal: Rp150.000
- Diskon: Rp30.000
- Harga Setelah Diskon = 150.000 − 30.000 = 𝑅𝑝120.000
3. Diskon Ongkos Kirim (Ongkir)
Diskon ongkos kirim juga punya banyak peminat. Sejumlah 18% pelanggan menunggu adanya diskon ini untuk membeli produk secara online.
Nah, Anda bisa memberikan diskon ini kalau:
- Gabung jadi merchant di aplikasi layanan delivery online atau marketplace.
- Punya sistem pesan antar sendiri.
Kalau daftar dan jadi merchant di layanan delivery atau marketplace, biaya ini bisa ditanggung oleh ekspedisi, program aplikasi, atau Anda sendiri sebagai penjual.
Bentuk diskon ongkos kirim biasanya dalam nominal tetap. Misalnya, diskon ongkir Rp10.000 untuk pembelian minimal Rp60.000.
Namun, ada juga yang pakai sistem langganan. Pelanggan cukup membayar biaya langganan per bulan untuk mendapatkan gratis ongkir dan promo lainnya.
Contohnya, paket langganan GoFood Plus dengan harga Rp30.000 per 30 hari untuk voucher gratis ongkir.
4. Buy X Get X
Ada pula promosi diskon beli X gratis X atau beli sekian menu gratis menu lain. Tapi, untuk diskon ini biasanya ada syarat dan ketentuan tertentu agar bisnis tidak rugi.
Praktik umumnya, harga menu yang dibeli lebih tinggi daripada yang gratis atau ukurannya lebih kecil. Menu tidak harus minuman, Anda dapat menggantinya ke item yang lebih murah.
Contohnya:
- Beli 2 minuman, gratis 1 minuman lain.
- Beli 1 minuman, gratis 1 camilan.
Dari riset Populix sebelumnya, promosi bentuk ini juga diminati oleh 5% konsumen. Anda bisa mencobanya untuk aksi pemasaran tertentu, seperti:
- Memperkenalkan produk makanan/minuman baru.
- Menghabiskan stok bahan makanan/minuman yang kurang laku.

5. Diskon Bundling (paket)
Diskon ini umum ditemukan di kafe dan restoran. Tujuannya agar pembeli lebih memilih pemesanan paket ketimbang satuan.
Misalnya, Anda jualan 3 produk ini:
- Nasi Putih (harga Rp5.000)
- Ayam Krispi (harga Rp10.000)
- Es Jeruk (harga Rp5.000)
Anda bisa buat dua produk paketan, seperti:
| Paket Puas | Paket Makan Berdua |
| Dapat 1 Nasi Putih, 1 Ayam Krispi, 1 Es Jeruk | Dapat 2 Nasi Putih, 2 Ayam Krispi, 2 Es Jeruk |
| Harga Rp18.000 (hemat Rp2.000 dari harga asli Rp20.000) | Harga Rp35.000 (hemat Rp5.000 dari harga asli Rp40.000) |
Selain itu, paket bundling juga dapat dipakai jika Anda ingin bekerja sama dengan brand lain.
Sebagai contoh, KFC, McDonald’s dan Coca-Cola yang berkolaborasi untuk menghadirkan menu paket hemat.
6. Diskon Happy Hour
Diskon ini hanya berlaku di jam-jam tertentu saja. Ketika di jam sarapan, istirahat makan siang, atau diskon sepulang kerja. Tapi, Anda juga bisa membuat diskon happy hour saat kafe lagi sepi pengunjung.
Misal, Anda ingin meningkatkan penjualan di jam pagi antara 08.00 sampai 10.00. Nah, Anda bisa buat program Happy Hour untuk menarik pelanggan di waktu tersebut.
Contoh promo Happy Hour yang bisa Anda tawarkan:
Paket Sarapan Hemat: 1 Nasi Putih + 1 Ayam Krispi + 1 Es Jeruk
Pakai harga normal yang tadi (Rp20.000), diskon harga Happy Hour jadi Rp15.000.
Baca juga: 9 Cara Agar Toko Ramai Pengunjung, Tanpa Menghabiskan Banyak Dana
Tips Menerapkan Diskon tanpa Merugikan Bisnis

Berikut ini tips yang bisa Anda lakukan untuk menerapkan diskon tanpa merugikan bisnis:
1. Hitung Harga Jual
Sebelum menentukan diskon, pastikan Anda tahu harga jual dan margin keuntungannya. Harga jual ini ditentukan dari gabungan:
- Biaya bahan baku
- Biaya tenaga kerja
- Biaya operasional
- Biaya kemasan
Jadi, hitung dulu semua biaya yang dibutuhkan untuk membuat produk tersebut. Pakai rumus:
Harga Jual = Biaya Total HPP + (HPP x Margin Keuntungan)
Contoh, total biaya produksi untuk membuat 1 porsi nasi ayam krispi adalah Rp12.000. Anda ingin mendapatkan margin keuntungan sebesar 40% (bilangan desimalnya 0,4) .
Maka, harga jual dihitung seperti ini: Rp12.000 + (Rp12.000 x 0,4) = Rp12.000 + Rp4.800 = Rp16.800
Harga tersebut bisa Anda bulatkan menjadi Rp17.000.
Nah, saat memberi diskon, sebaiknya jangan sampai membuat HPP berkurang. Lebih baik, margin laba yang diturunkan agar Anda tidak rugi.
Contoh harga jual setelah ada promo (kita kurangi margin keuntungan jadi 20%):
Rp12.000 + (Rp12.000 x 0,2) = Rp12.000 + Rp2.400 = Rp14.400
Dari perhitungan ini, harga jual normal Rp17.000 bisa Anda kurangi jadi Rp15.000 (berkurang Rp2.000, tapi Anda tetap bisa dapat untung).
2. Diskon di Waktu Tertentu
Sebaiknya jangan sering-sering membuat diskon tanpa tujuan yang jelas. Anda bisa membuat diskon ketika ada event tertentu atau di waktu restoran sedang sepi.
Contoh diskon saat hari libur nasional atau hari raya. Nah untuk diskon saat sepi, ini Anda yang bisa menentukan, apakah di hari atau jam tertentu.
Kalau kafe Anda di dekat kampus misalnya, waktu sepi terjadi kalau lagi liburan kuliah. Ini waktu yang tepat buat Anda memberikan diskon ke pelanggan.
Baca juga: Keuntungan Menggunakan Aplikasi Point of Sales untuk Bisnis Kuliner
3. Pakai Minimum Pembelian
Strategi ini sering sekali dipakai sama beberapa restoran dan kafe. Jadi, ada minimum pembelian tertentu kalau mau menggunakan diskon.
Misalnya Anda ingin memberikan diskon ke pelanggan yang total belanjanya Rp50.000 dan Rp100.000.
Bebas ingin bentuk diskon seperti apa yang ingin Anda terapkan, contohnya:
- Diskon 10% atau potongan Rp5.000 untuk belanja Rp50.000
- Diskon 20% atau potongan Rp20.000 untuk belanja Rp100.000
Kesimpulan
Demikian beragam rumus menghitung diskon untuk restoran atau kafe. Anda tinggal memilih sesuai dengan jenisnya.
Tapi, pastikan cara menghitung diskon ini tidak membuat Anda rugi. Tipsnya, menghitung dengan baik harga jual hingga pakai minimum pembelian untuk memberi diskon.
Tidak ingin ribet hitung diskon secara manual? Anda bisa gunakan Nutapos sebagai aplikasi kasir. Dirancang khusus untuk bisnis kuliner, Nutapos memiliki fitur:
- Bebas buat dan atur diskon yang ingin dijalankan.
- Klik produk untuk masukkan pesanan pelanggan.
- Tinggal terapkan diskon yang berlaku.
Setelah itu, sistem akan secara otomatis menghitung total belanja pelanggan. Ada juga laporan penjualan dan diskon yang dapat Anda periksa secara real-time.
Anda bisa coba pakai aplikasi Nutapos 14 hari gratis untuk pemakaian pertama. Yuk, mulai dengan download aplikasi di Google Play Store atau buat akun usaha Anda dari backoffice Nutacloud.
