Jenis-jenis Biaya Produksi dan Contohnya

Ketahui jenis-jenis biaya produksi bisnis kuliner, termasuk biaya tetap, variabel, dan semi-variabel. Simak penjelasan dan contohnya di sini!
6 menit membaca
Pebisnis menghitung jenis-jenis biaya produksi.

Informasinya berguna? Bagikan ke teman Anda. Siapa tahu mereka membutuhkannya.

Isi Artikel

Ada banyak jenis-jenis biaya produksi pada bisnis kuliner. Biaya ini merujuk pada semua pengeluaran yang dipakai untuk membuat menu makanan dan/atau minuman.

Penting untuk mengerti perbedaan semuanya agar Anda tidak asal buang uang. Terdapat tiga jenis yang perlu Anda tahu, yakni biaya tetap, variabel, dan semi-variabel.

Nah, dari tiga kategori ini, Nutapos akan kupas semua jenis dan contoh biaya agar Anda lebih paham bagaimana caranya mengatur pengeluaran. Yuk, baca sampai selesai!

Jenis-jenis Biaya Produksi dan Contohnya untuk Bisnis Kuliner

Pebisnis menghitung jenis-jenis biaya produksi.
Pebisnis menghitung jenis-jenis biaya produksi.

Secara umum, biaya produksi terbagi menjadi tiga kategori:

  • Biaya Tetap (Fixed Costs): Biaya yang tidak terpengaruh oleh jumlah produksi. Misalnya, sewa tempat.
  • Biaya Variabel (Variable Costs): Biaya yang berubah sesuai dengan volume produksi. Contohnya, bahan baku.
  • Biaya Semi-variabel (Semi-variable Costs): Kombinasi dari biaya tetap dan variabel. Contohnya, listrik.

Nah, dari tiga kategori ini, berikut penjabaran untuk setiap komponen dari biaya produksi di bisnis kuliner:

1. Biaya Bahan Baku (Direct Materials)

Jenis-jenis biaya produksi yang pertama adalah biaya bahan baku. Ini adalah semua uang yang Anda keluarkan untuk beli bahan utama yang dipakai langsung dalam proses produksi.

Contohnya kalau Anda punya warung bakso sederhana yang menjual menu bakso urat dan bakso telur, maka bahan baku utamanya ada:

  • Daging sapi
  • Tepung tapioka
  • Telur
  • Bumbu penyedap
  • Bihun
  • Tahu
  • Sayuran

Semua itu adalah bahan yang langsung digunakan untuk membuat dan menyajikan semangkuk bakso ke pelanggan.

Biaya bahan baku ini sifatnya variabel, artinya jumlahnya akan berubah tergantung seberapa banyak bakso diproduksi.

Kalau pelanggan lagi ramai, otomatis bahan baku yang Anda pakai juga makin banyak, jadi biayanya pasti naik.

Penting untuk mencatat secara detail semua bahan yang Anda pakai setiap hari atau per bulan (porsi dan harga).

Ini dilakukan agar Anda tahu persis pengeluaran untuk setiap menu, dan bisa cek apakah biaya bahan baku masih sesuai sama pendapatan.

Baca juga: Cara Menghitung Biaya Bahan Baku dan Menentukan Harga Jual

2. Biaya Tenaga Kerja (Direct Labor)

Dalam bisnis kuliner, biaya tenaga kerja digunakan untuk membayar orang-orang yang langsung terlibat dalam proses produksi: menyiapkan, memasak, sampai menyajikan makanan.

Ada siapa saja?

a. Back of House (BOH)

BOH merujuk pada area dan tim yang bekerja di belakang layar, seperti dapur dan operasional produksi, seperti:

  • Staf dapur dan bar.
  • Pencuci alat masak.

b. Front of House (FOH)

FOH adalah area dan tim yang berhadapan langsung dengan pelanggan. Contohnya:

  • Kasir.
  • Pelayan.
  • Yang membersihkan area pelanggan.

Kalau kita pakai contoh warung bakso tadi, kemungkinan pekerja yang Anda butuhkan ada dua: yang membantu buat bakso dan kasir (sekaligus pelayan) yang mengantar pesanan.

Biaya ini bisa tetap atau variabel tergantung cara Anda bayar jasa mereka. Kalau Anda kasih gaji bulanan, ini masuk biaya tetap karena nominalnya tidak berubah.

Tapi, kalau mereka dibayar berdasarkan jam kerja atau jumlah porsi yang diproduksi, itu jadi biaya variabel karena bakal berubah sesuai beban kerja.

Biaya ini perlu dihitung, termasuk gaji tetap, bonus, atau kompensasi lainnya. Ini untuk mengukur seberapa besar kontribusi tenaga kerja dan harga jual produk untuk menutupi biaya operasional.

Baca juga: Sistem Kerja Shift: Pengertian, Aturan, Jenis dan Contohnya

3. Biaya Overhead (Overhead Cost)

Biaya overhead adalah pengeluaran yang tidak langsung berhubungan dengan buat makanan, tapi turut berperan untuk memperlancar produksi. 

Contohnya apa? Listrik buat oven, gas buat masak, dan air buat membersihkan dapur. Semua utilitas ini masuk kategori overhead.

Selain itu, kalau Anda punya alat kayak blender atau mixer, biaya buat service alat itu juga masuk biaya overhead. Biaya ini biasanya semi-variabel.

Misalnya, listrik pasti punya tagihan dasar yang harus dibayar (tetap), tapi kalau Anda dan staf masak lebih banyak, pemakaian listriknya juga bertambah (variabel).

Terkadang, biaya overhead ini sering dilewatkan. Padahal, bisa berpengaruh besar ke total pengeluaran bisnis, apalagi jika Anda menggunakan banyak mesin.

Klik untuk menghubungi WhatsApp Customer Service Nutapos.

4. Biaya Penyimpanan (Storage Cost)

Biaya penyimpanan adalah semua pengeluaran untuk menjaga bahan baku atau produk jadi tetap aman dan siap digunakan. Biaya ini juga tergantung pada kebutuhan bisnis dan sifatnya semi-variabel.

Kalau skala bisnis lebih besar, pasti membutuhkan sewa ruang penyimpanan atau gudang (tetap per bulan/tahun).

Sementara itu, tagihan listrik untuk kulkas dan freezer bisa berubah tergantung pemakaian dan banyak bahan yang disimpan (variabel).

Agar biaya ini tidak boros, Anda perlu menyusun bahan dengan rapi dengan suhu tertentu agar bahan tidak busuk atau rusak.

5. Biaya Kemasan (Packaging Cost)

Contoh jenis-jenis biaya produksi untuk kemasan makanan.
Contoh jenis-jenis biaya produksi untuk kemasan makanan.

Biaya kemasan pasti ada untuk bisnis kuliner yang memberikan opsi takeaway atau delivery. Jadi, catat dan hitung juga setiap alat yang Anda gunakan untuk mengemas makanan atau minuman.

Untuk bisnis warung bakso, kemasannya bisa berupa kantong plastik, mangkuk plastik, dan sedotan plastik (jika Anda juga menjual teh, kopi, dan sejenisnya.

Biaya ini bersifat variabel karena jumlahnya bergantung pada volume pesanan yang Anda terima.

6. Biaya Pengiriman (Delivery Cost)

Biaya pengiriman bisa mencakup banyak hal, misalnya:

  • Bensin: Untuk kendaraan yang dipakai buat antar pesanan.
  • Gaji kurir: Kalau Anda punya tim pengantar sendiri.
  • Platform delivery: Seperti GrabFood atau GoFood yang mengambil 20% – 30% komisi.
  • Perawatan kendaraan: Ganti oli, servis rutin, atau biaya perbaikan.

Biaya ini sifatnya variabel karena tergantung jumlah pesanan. Semakin banyak pesanan yang diantar, semakin besar pengeluarannya. Selain itu, jarak pengiriman juga memengaruhi biaya.

7. Biaya Pemasaran dan Promosi (Marketing and Promotion Cost)

Memang, biaya pemasaran dan promosi tidak terlibat langsung ke jenis-jenis biaya produksi. Namun, Anda juga tetap harus memperkenalkan produk ke lebih banyak orang agar:

  • Produk dan bisnis lebih mudah dikenali.
  • Memancing orang untuk coba dan beli.

Dalam bisnis kuliner, pengeluaran ini bisa mencakup berbagai macam aktivitas sehingga sifatnya variabel. Contohnya:

  • Pasang iklan di media sosial kayak Instagram atau Facebook.
  • Bikin promo seperti “beli 1 gratis 1” atau potongan harga untuk pembelian tertentu.
  • Bayar food vlogger atau influencer buat review produk dan restoran.
  • Pasang banner, spanduk, atau bikin brosur untuk dibagikan ke pelanggan sekitar.

Biaya di atas pasti berubah tergantung seberapa banyak dana yang siap dan seberapa sering Anda ingin melakukan aksi pemasaran.

Misalnya, kalau Anda ingin pasang iklan berbayar di media sosial, biayanya akan terus meningkat sesuai durasi dan target audiensnya.

Anggaran ini perlu Anda hitung dengan cermat antara pemasaran yang dilakukan dan hasilnya ke penjualan.

Supaya tahu apakah aksi pemasaran sudah mendatangkan lebih banyak pelanggan atau malah buat margin keuntungan semakin tipis.

8. Biaya Administrasi dan Umum (General & Administrative Costs)

Biaya administrasi dan umum juga tidak terlibat langsung ke biaya produksi, tetapi tetap perlu dihitung karena berdampak pada biaya operasional.

Dalam bisnis kuliner, pengeluaran ini biasanya mencakup:

  • Tagihan bulanan untuk WiFi di outlet.
  • Alat tulis, kertas struk, tinta printer, atau kebutuhan lainnya.
  • Gaji staf administrasi yang mengurus laporan keuangan atau manajemen bisnis.
  • Sewa ruang operasional kalau Anda punya kantor kecil.

Biaya administrasi bisa tetap (sewa kantor dan gaji), bisa variabel (beli alat tulis dan perbaikan printer).

Meski kelihatan kecil, pengeluaran ini bisa jadi bengkak kalau tidak dicatat dengan rapi atau dipakai dengan benar. Misalnya pembelian pena, kertas, dan tinta printer.

Jika Anda ingin meningkatkan efisiensi produksi kuliner, coba pakai teknologi seperti aplikasi kasir (contohnya Nutapos).

Nutapos bisa dipakai dengan cara berlangganan per bulan atau pakai skema pembayaran per transaksi (mulai dari Rp200 per transaksi berhasil).

Baca juga: Keuntungan Menggunakan Aplikasi Point of Sales untuk Bisnis Kuliner

Selain bisa menghemat waktu dan biaya, aplikasi kasir Nutapos juga akan bantu Anda dalam:

  • Membuat laporan penjualan dan keuangan otomatis (real-time).
  • Mencatat setiap pemasukan dan pengeluaran bisnis.
  • Kirim struk digital ke email atau WhatsApp pelanggan.
  • Mengatur ketersediaan stok dan biaya HPP.

Jadi, Anda tidak perlu lagi ribet catat manual dan ini akan membuat pengeluaran lebih transparan dan terkontrol.

9. Biaya Penyusutan (Depreciation Cost)

Seiring berjalannya waktu dan frekuensi pemakaian, alat atau mesin yang Anda gunakan di bisnis pasti akan mengalami kerusakan atau penyusutan nilai.

Contohnya, pisau blender yang tajam lama-kelamaan menjadi tumpul. Nah, nilai yang terus berkurang ini perlu dicatat berdasarkan umur pakai alat tersebut.

Ini berguna untuk menentukan kapan Anda harus beli baru, dan berapa banyak dampaknya pada harga jual produk untuk menutupi biaya penyusutan.

Misalnya, umur pakai blender itu empat tahun. Anda bisa menghitung penyusutannya secara bertahap setiap bulan. Karena dihitung berdasarkan estimasi umur alat, biaya ini bersifat tetap.

Kesimpulan

Mengelola dan menghitung jenis-jenis biaya produksi itu berguna untuk memastikan bisnis Anda tetap untung. 

Dari biaya bahan baku, tenaga kerja, sampai penyusutan, semuanya harus dicatat rapi biar agar Anda tahu ke mana saja pengeluaran tersebut pergi.

Jadi, catat semuanya, bahkan biaya yang Anda anggap kecil dan tidak berpengaruh besar ke operasional.

Kalau Anda ingin semua data ini langsung tercatat rapi dan otomatis, pakai aplikasi kasir seperti Nutapos!

Nutapos dibuat khusus untuk semua jenis UMKM kuliner di Indonesia, dan bisa membantu Anda mengurus berbagai aspek operasional.

Yuk, coba gratis selama 14 hari dan pakai semua fiturnya! Mulai dengan unduh aplikasinya sekarang dan buat akun bisnis Anda di backoffice Nutacloud.

Klik untuk menghubungi WhatsApp Customer Service Nutapos.

Artikel terkait

Aneka menu makanan sehat untuk bisnis kuliner seperti nasi, ayam, dan sayuran.

11 Contoh Usaha Modal Kecil yang Belum Banyak Pesaing 2025

Temukan 11 contoh usaha modal kecil yang belum banyak pesaing di 2025! Dari es krim...

Lelah catat dan hitung urusan kasir & laporan secara manual?

Aplikasi POS Nutapos bantu Anda proses transaksi dan catat laporan penjualan secara otomatis. Mulailah fokus melayani pelanggan, bukan berkutat dengan kertas, pulpen, dan kalkulator.

Versi Handphone

Sistem POS yang pas di genggaman. Paling praktis, paling simpel, dan hemat biaya.

Versi Tablet

Satu akun untuk banyak tablet dalam 1 outlet. Urusan kasir sampai pembukuan pasti beres.

Versi Web

Kasir serba bisa di browser laptop & komputer Anda. Tanpa instal aplikasi, tetap lancar tanpa WiFi.

Bisnis Kecil

Terjangkau, praktis & mudah dipakai. Nutapos bantu usaha kecil Anda tumbuh.

Bisnis Berkembang

Cabang usaha kuliner bertambah? Nutapos bantu kelola lebih mudah.

Bisnis Besar

Cabang usaha kuliner bertambah? Nutapos bantu kelola lebih mudah.

Versi Handphone

Sistem POS yang pas di genggaman. Paling praktis, paling simpel, dan hemat biaya.

Versi Tablet

Satu akun untuk banyak tablet dalam 1 outlet. Urusan kasir sampai pembukuan pasti beres.

Versi Web

Kasir serba bisa di browser laptop & komputer Anda. Tanpa instal aplikasi, tetap lancar tanpa WiFi.

Hardware

Lengkapi usaha Anda dengan hardware kasir Nutapos yang bikin proses pesanan lebih lancar, tanpa hambatan.

Sumber informasi lengkap tentang dunia kuliner & aplikasi kasir

Fitur Manajemen Inventori POS: Rahasia Restoran Anti Kehabisan Bahan