Konsep penjualan adalah strategi yang fokus untuk menjual produk secara efektif. Bisa dipakai kalau Anda hanya ingin meningkatkan total penjualan produk saja, tanpa memedulikan kebutuhan pelanggan.
Contoh paling simpel adalah dengan memberikan diskon besar-besaran dengan rentang waktu tertentu. Namun, penjualan seperti ini tidak bisa dilakukan setiap saat.
Nah, bagaimana bisnis kuliner bisa memanfaatkan konsep ini? Yuk, simak penjelasan detailnya di bawah!
Apa Itu Konsep Penjualan dan Manfaatnya?

Secara sederhana, konsep penjualan (selling concept) itu soal bagaimana caranya produk Anda bisa laku keras, walaupun permintaannya tidak ada atau kecil.
Jadi, calon pelanggan harus dibujuk terlebih dahulu. Cara membujuknya ada banyak. Contoh yang paling umum pada bisnis kuliner itu dengan cara:
- Memberikan diskon atau potongan harga besar-besaran.
- Memberikan produk gratis setelah nominal pembelian tertentu.
- Menjual produk paket dengan harga yang lebih murah.
Tadi sudah disebutkan, kalau konsep ini tidak bisa dilakukan setiap saat. Soalnya, bisnis bisa merugi kalau ingin menerapkan banyak diskon setiap hari.
Oleh sebab itu, pelaku bisnis biasanya menerapkan selling concept ketika:
- Ingin menghabiskan stok produk yang menumpuk dan mendekati masa kedaluwarsa.
- Terlalu banyak kompetitor, jadi harus perang harga (jadi lebih murah).
- Ingin mempromosikan produk baru atau outlet baru.
- Ingin meningkatkan penjualan pada jam atau momen tertentu.
Bagian dari 5 Konsep Besar dalam Pemasaran
Pada ilmu pemasaran, ada lima konsep besar yang dapat menjadi panduan Anda dalam berbisnis. Berikut penjelasannya.
1. Konsep Produksi (Production Concept)
Ini adalah konsep yang paling dasar. Fokusnya pada membuat produk sebanyak mungkin dengan biaya serendah mungkin.
Dengan asumsi, pelanggan akan lebih memilih produk yang lebih murah dan mudah ditemukan.
Contohnya pada bisnis warung makan; mereka menjual nasi bungkus murah namun tetap mengenyangkan. Selama harganya ramah di kantong dan gampang diakses, pelanggan pasti datang.
Baca juga: Cara Meningkatkan Penjualan Kedai Kopi, Bisa Langsung Diterapkan!
2. Konsep Produk (Product Concept)
Konsep produk fokus di kualitas. Asumsinya, pelanggan akan beli produk yang paling bagus, inovatif, atau enak dibanding yang lain.
Restoran fine dining atau berbintang merupakan contoh pada industri F&B. Umumnya, mereka menjual steak premium, makanan sehat organik dengan konsep fusion, dan minuman kopi spesialis.
3. Konsep Penjualan (Selling Concept)
Nah, konsep ketiga ini muncul setelah dua konsep sebelumnya dinilai kurang berhasil dalam meningkatkan penjualan.
Dengan asumsi, pelanggan tidak akan datang dengan sendirinya untuk membeli produk kalau mereka tidak cukup dipengaruhi. Walaupun harga sudah terlalu murah atau kualitas sudah sangat tinggi.
Jadi, fokusnya ke kebutuhan Anda yang ingin untung sebagai penjual, bukan ke kebutuhan pembeli. Selling concept populer setelah Perang Dunia Kedua, antara tahun 1930 sampai 1950.
Pada masa itu, stok barang banyak industri terlalu melebihi permintaan pasar. Sehingga mereka rekrut tenaga penjual khusus untuk membujuk konsumen.
Contohnya dalam bisnis kuliner, Starbucks mengirimkan SMS kepada para pelanggan mereka untuk memberitahukan promo “Hanya hari ini. Beli 1 gratis 1 minuman ukuran grande!”

4. Konsep Pemasaran (Marketing Concept)
Di sini, pelanggan yang jadi pusat perhatian bisnis untuk memenuhi apa yang mereka mau. Mulai dari menu, harga, sampai pengalaman makan.
Manfaatnya agar bisnis bisa membangun hubungan jangka panjang, dengan harapan pelanggan akan balik lagi atau repeat order.
Contoh yang sedang populer sekarang, banyak kafe dan restoran yang menyediakan opsi menu vegan dan vegetarian. Karena tren makanan sehat sedang naik daun.
5. Konsep Pemasaran Berwawasan Sosial (Societal Marketing Concept)
Ini adalah lanjutan dari konsep pemasaran yang biasa. Selain memikirkan kebutuhan pelanggan, bisnis juga ingin memberikan dampak sosial yang positif.
Praktik yang paling umum adalah dengan:
- Mengurangi pemakaian plastik.
- Bekerja sama dengan pemasok lokal untuk beli bahan organik.
- Menyumbang keuntungan/produk pada komunitas yang membutuhkan.
Societal marketing cocok untuk bisnis yang peduli terhadap lingkungan dan ingin bangun branding jangka panjang.
Karakteristik Konsep Penjualan

Karakteristiknya sangat agresif, demi menarik perhatian pelanggan. Kalau Anda pernah memperhatikan promosi flash sale di beberapa marketplace, ini pasti memiliki potongan harga yang sulit ditolak.
Namun, promosi hanya berlaku untuk periode waktu tertentu saja. Misalnya dalam dua jam. Setelah lewat dua jam, produk tersebut kembali ke harga normal.
Nah, ini yang bisa mendorong pengguna marketplace untuk cepat-cepat membeli, meskipun awalnya mereka tidak tertarik atau tidak membutuhkan produk tersebut.
Hasil akhir yang diincar adalah menjual sebanyak-banyaknya, tanpa banyak mempertimbangkan pengalaman atau kepuasan pelanggan.
Makanya, ada kontra untuk melakukan konsep ini. Sebab, pelanggan yang terpancing harga murah dan tidak memperhatikan kualitas produk, pasti akan meninggalkan ulasan negatif.
Selain itu, banyak orang juga sering salah paham antara konsep penjualan dan konsep pemasaran. Padahal, keduanya memiliki karakteristik yang berbeda.
| Karakteristik | Penjualan | Pemasaran |
| Fokus utama | Menjual produk sebanyak mungkin | Memahami dan memenuhi kebutuhan pelanggan |
| Orientasi | Transaksi cepat (jangka pendek) | Membangun hubungan (jangka panjang) |
| Pendekatan | Persuasif, sering lewat promosi besar | Strategis, ada riset data dan kebutuhan pelanggan |
| Tujuan | Meningkatkan volume penjualan | Menjaga kepuasan pelanggan |
Jenis dan Contoh Konsep Penjualan untuk Bisnis Kuliner
Ini dia beberapa strategi atau tips meningkatkan penjualan di bisnis kuliner Anda.
1. Penjualan Langsung
Strategi penjualan langsung berarti penjual mendatangi calon pelanggan potensial untuk membeli produk, seperti jualan dari rumah ke rumah.
Gunanya untuk meyakinkan pelanggan agar membeli di tempat, setelah ada proses pembujukan.
Contohnya, jika Anda punya bisnis katering, Anda bisa menawarkan paket makan langsung ke kantor, perumahan, atau rumah sakit.
Baca juga: Keuntungan Menggunakan Aplikasi Point of Sales untuk Bisnis Kuliner
2. Penawaran Menarik
Penawaran ‘menarik’ bisa dilakukan di mana saja, baik secara online atau offline. Contohnya:
- Diskon beli 1 gratis 1.
- Diskon 50% untuk menu sarapan pagi di hari Senin.
- Gratis ongkos kirim dari pukul 08.00 sampai 10.00 WIB.
Tujuannya bisa untuk menghabiskan stok atau meningkatkan jumlah pelanggan yang datang di jam tertentu.
3. Push Selling
Push selling dapat dilakukan pada saat pelanggan sedang melakukan pemesanan. Biasanya ada harga spesial untuk produk yang mereka beli.
Contohnya, di restoran Anda sedang ada promosi “Beli kopi apapun dan tambah 5.000 saja, akan dapat camilan roti bakar.” Tujuannya untuk meningkatkan total nilai transaksi per pelanggan.
4. Promosi Berbasis Kalangan Tertentu
Jika bisnis Anda ingin mengincar target pasar yang lebih spesifik, Anda bisa menggunakan teknik promosi bisnis kuliner ini.
Misalnya Anda membuka usaha kedai kopi di dekat area kampus. Tawarkan potongan harga atau paket spesial untuk mahasiswa, dengan syarat menunjukkan kartu mahasiswa mereka.
Kesimpulan
Konsep penjualan adalah salah satu cara terbaik untuk mendorong penjualan bisnis, apalagi jika usaha punya banyak kompetitor yang sama.
Dengan strategi seperti diskon, produk gratis, atau penawaran tertentu, Anda bisa menarik perhatian pelanggan dan meningkatkan omzet.
Tapi ingat, jangan terlalu fokus pada tingkat penjualan saja, pastikan juga pelanggan Anda puas dan mau kembali lagi makan di outlet.
Ingin kelola penjualan di bisnis Anda dengan lebih baik? Anda bisa coba pakai aplikasi kasir Nutapos, yang dibuat khusus untuk bisnis kuliner di Indonesia.
Dengan beragam fitur Nutapos, kami akan memudahkan Anda dalam:
- Atur promosi, diskon, dan menu paket sesuai kebutuhan bisnis.
- Pantau penjualan dengan data real-time, dalam satu layar dashboard analitik.
- Cek ketersediaan stok agar Anda tahu kapan restock atau jual habis produk lama.
Unduh aplikasinya sekarang atau buat akun bisnis Anda melalui backoffice Nutacloud, dan dapatkan uji coba gratis selama 14 hari. Semua fitur bisa Anda pakai!
