Service charge adalah biaya tambahan yang harus dikeluarkan oleh tamu di hotel dan pelanggan restoran dalam hotel.
Penerapan uang layanan ini diatur dalam Peraturan Menteri Ketenagakerjaan Nomor 7 Tahun 2016. Tujuannya untuk meningkatkan kesejahteraan pekerja atau buruh.
Artikel ini akan membahas pengertian, tujuan, serta cara menghitung biaya servis. Untuk itu, simak sampai akhir ya!
Apa Itu Service Charge?

Service charge adalah biaya tambahan yang dikenakan kepada pelanggan/konsumen sebagai imbalan atas pelayanan yang telah diberikan.
Biaya ini dihitung dari persentase dari total nilai transaksi dan dicantumkan secara jelas dalam tagihan.
Sektor-sektor yang menerapkan Uang Servis biasanya adalah perhotelan, restoran, dan layanan wisata. Namun, Permenaker hanya mengatur Uang Servis untuk hotel dan restoran dalam hotel.
Permenaker juga tidak mengatur berapa besaran Uang Servis. Hanya saja pada umumnya, hotel menerapkan Uang Servis di bawah pajak restoran (10%).
Jadi, Uang Servis beragam mulai 3% hingga 7%, tergantung manajemen.
Baca juga: 7 Cara Mengelola Keuangan Usaha Kuliner yang Harus Anda Terapkan
Aturan Service Charge
Permenaker Nomor 7 Tahun 2016 tentang Uang Servis pada Usaha Hotel dan Usaha Restoran di Hotel berisi:
Bab I – Ketentuan Umum
Bab ini menjelaskan definisi istilah yang digunakan dalam peraturan. Seperti pengertian Uang Servis yang merupakan biaya tambahan untuk jasa pelayanan pelanggan.
Pada pasal 2 dijelaskan, pengusaha yang menerapkan Uang Servis adalah Usaha Hotel dan Usaha Restoran di Hotel.
Bab II- Pengumpulan, Pengelolaan, dan Pembagian Uang Servis
Di sini dijelaskan, Uang Servis diberikan kepada pekerja atau buruh yang terikat kerja dengan pengusaha, seperti:
- Perjanjian kerja waktu tidak tertentu (PKWTT).
- Perjanjian kerja waktu tertentu (PKWT).
Sekalipun pekerja atau buruh terkena pemutusan hubungan kerja (PHK), mereka tetap berhak mendapatkan Uang Servis.
Jika nanti bekerja kembali, mereka juga berhak mendapatkan Uang Servis setelah kontrak berjalan.
Untuk pajak dari Uang Servis, langsung ditanggung oleh karyawan yang menerima. Pemotongan pajaknya dilakukan oleh pengusaha saat pembagian.
Pengusaha kemudian memberikan bukti setoran pembayaran pajak ini ke kas negara.
Selanjutnya dijelaskan, pengusaha bertanggung jawab atas pengumpulan dan pengelolaan Uang Servis sebelum dibagikan kepada pekerja. Namun, pengelolaannya terpisah dengan operasional.
Laporan hasil pengumpulan dilakukan secara transparan dan pengumuman wajib dilakukan setiap bulan secara tertulis pada pekerja.
Sementara itu, terkait aturan penggunaannya untuk:
- Penggantian kehilangan atau kerusakan (3%);
- Peningkatan kualitas sumber daya manusia (2%);
- Dibagikan ke pekerja (95%).
Pada pasal 14 disebut jika pengumpulan Uang Servis ini dilakukan tiap bulan. Kemudian, bisa dibagikan ke karyawan maksimal pada bulan berikutnya.
Untuk pembagiannya, 50% dari total Uang Servis diberikan sama rata ke semua karyawan. Bagian 50% lainnya diberikan sesuai dengan kinerja dan jenjang karir masing-masing karyawan.
Bab III – Pengawasan
Nah, penggunaan uang ini harus diawasi oleh wakil dari pengusaha dan juga pekerja, sesuai dengan kesepakatan.
Jika pengusaha tidak membagikan Uang Servis, maka akan ada sanksi administratif yang diberikan.
Bab IV – SANKSI
Sanksi yang diterapkan untuk pengusaha yang melanggar berupa:
- Teguran tertulis;
- Pembatasan usaha;
- Penghentian usaha sementara;
- Pembekuan usaha.
Tujuan Service Charge
Sesuai dengan aturan, Uang Servis merupakan komponen penting yang membantu menjamin keberlangsungan operasional hotel.
Beberapa tujuan utamanya adalah untuk:
- Meningkatkan kesejahteraan pekerja.
- Memberikan insentif untuk peningkatan layanan.
- Menanggulangi risiko kerugian atau kerusakan.
- Pelatihan untuk meningkatkan keterampilan pekerja.
Selain itu, dengan tambahan uang non upah karyawan diharapkan bisa termotivasi untuk memberi pelayanan terbaik kepada pelanggan dan tamu kunjungan.
Cara Menghitung Service Charge Hotel dan Restoran di Hotel

Jika Anda ingin menghitung Uang Servis, berikut caranya:
1. Tentukan Persentase Service Charge
Tetapkan persentase yang akan dikenakan. Sebagai contoh, jika Anda memilih 7%, maka ini akan menjadi dasar perhitungan Anda.
2. Hitung berdasarkan Total Tagihan Tamu Kunjungan
Cara menghitung service charge berdasarkan total tagihan sebelum pajak. Misalnya, jika total tagihan adalah Rp1.000.000 dan persentase service charge adalah 7%, maka perhitungannya:
Uang Servis = Total Tagihan x Persentase Uang Servis
Uang Servis = Rp1.000.000 x (7/100) = Rp70.000
3. Tambahkan ke Total Tagihan Akhir Tamu Kunjungan
Setelah menghitung Uang Servis, tambahkan jumlah tersebut ke total tagihan awal, bersama dengan pajak. Sebagai contoh:
Total Akhir = Total Tagihan + Service Charge + Pajak
Jika pajak 10%, maka total akhirnya menjadi:
Total Akhir = Rp1.000.000 + Rp70.000 + Rp100.000 = Rp1.170.000
Baca juga: Proses Pembayaran Restoran: Metode dan Tips Mempercepatnya
Cara Menghitung Pembagian Service Charge ke Karyawan
Kita pakai contoh total biaya layanan servis yang terkumpul dalam satu bulan adalah Rp10.000.000.
Berdasarkan aturan yang telah ditetapkan, pembagian dana ini dilakukan sebagai berikut:
| Penggantian Kehilangan atau Kerusakan (3%) | Peningkatan Kualitas Sumber Daya Manusia (2%) | Dibagikan ke Pekerja (95%) |
| Rp10.000.000 x (3/100) = Rp300.000 | Rp10.000.000 x (2/100) = Rp200.000 | Rp10.000.000 x (95/100) = Rp9.500.000 |
| Untuk menutup biaya kehilangan atau kerusakan yang terjadi selama satu bulan beroperasi. | Untuk pelatihan, workshop, atau kegiatan peningkatan keterampilan karyawan. | Untuk pendapatan non upah. |
Lalu, Anda perlu membagi uang senilai Rp9.500.000 ini ke semua karyawan. Pembagiannya ada dua: 1) secara merata 50% dan 2) sesuai kinerja dan senioritas karyawan.

Kita misalkan Anda punya 10 karyawan, hitungannya sesuai aturan pembagian 50%:
Rumus:
Uang Servis Bagi Rata = 50% x Total Uang Servis : Jumlah Karyawan
= (50% x Rp9.500.000) : 10
= (50/100 x Rp9.500.000) : 10
= Rp475.000 per orang
Sementara itu sisanya 50% yaitu Rp4.750.000 dibagi kembali sesuai dengan penilaian kinerja dan jenjang karir.
Contoh:
| Jabatan – Lama Kerja | Pembagian Berdasarkan Senioritas dan Kinerja | Total yang Diterima |
| Manajer (5 tahun kerja) | 20% → (20/100 x Rp4.750.000) = Rp950.000 | Rp475.000 + Rp950.000 = Rp1.425.000 |
| Asisten Manajer (4 tahun kerja) | 15% → (15/100 x Rp4.750.000) = Rp712.500 | Rp475.000 + Rp712.500 = Rp1.187.500 |
| Koki Senior (5 tahun kerja) | 12% → (12/100 x Rp4.750.000) = Rp570.000 | Rp475.000 + Rp570.000 = Rp1.045.000 |
| Koki Junior (2 tahun kerja) | 10% → (10/100 x Rp4.750.000) = Rp475.000 | Rp475.000 + Rp475.000 = Rp950.000 |
| Pelayan 1 (3 tahun kerja) | 8% → (8/100 x Rp4.750.000) = Rp380.000 | Rp475.000 + Rp380.000 = Rp855.000 |
| Pelayan 2 (2 tahun kerja) | 8% → (8/100 x Rp4.750.000) = Rp380.000 | Rp475.000 + Rp380.000 = Rp855.000 |
| Bellboy 1 (3 tahun kerja) | 7% → (7/100 x Rp4.750.000) = Rp332.500 | Rp475.000 + Rp332.500 = Rp807.500 |
| Bellboy 2 (1 tahun kerja) | 5% → (5/100 x Rp4.750.000) = Rp237.500 | Rp475.000 + Rp237.500 = Rp712.500 |
| Cleaning Service 1 (2 tahun kerja) | 8% → (8/100 x Rp4.750.000) = Rp380.000 | Rp475.000 + Rp380.000 = Rp855.000 |
| Cleaning Service 2 (1 tahun kerja) | 7% → (7/100 x Rp4.750.000) = Rp332.500 | Rp475.000 + Rp332.500 = Rp807.500 |
Perbedaan Service Charge dan Tip
Sebagai pengusaha, penting untuk memahami perbedaan service charge dan tip, karena keduanya memiliki penerapan berbeda terhadap operasional bisnis:
| Aspek Perbandingan | Tip | Service Charge |
| Kewajiban | Sukarela, sepenuhnya tergantung pada inisiatif pelanggan. | Tidak wajib, tetapi dapat diberlakukan oleh pengusaha hotel dan restoran dalam hotel sesuai Permenaker No. 7 Tahun 2016. |
| Pengelolaan | Langsung diberikan oleh pelanggan kepada karyawan tertentu sebagai penghargaan pribadi. | Dikelola oleh pengusaha dan dibagi kepada karyawan sesuai kebijakan internal, termasuk memperhatikan kinerja dan posisi. |
| Persentase | Tidak ada persentase tetap, bervariasi sesuai keinginan pelanggan. | Biasanya sekitar 3-7% dari total tagihan, seperti yang umum diterapkan di industri hotel dan restoran. |
| Tujuan | Penghargaan langsung kepada karyawan atas layanan yang diberikan. | Untuk mendukung operasional bisnis, menambah penghasilan karyawan, dan meningkatkan kualitas sumber daya manusia. |
Di Indonesia, pemberian tip ini masih belum umum. Biasanya hanya dilakukan di restoran fine dining atau tempat yang didatangi oleh pelanggan kelas atas.
Namun saat ini, beberapa layanan seperti ojek online dan kurir, sudah menyediakan tempat untuk pemberian tip.
Berbeda dengan di Amerika Serikat yang sudah menjadikan tipping sebagai hal wajib. Pelanggan biasanya memberikan tip sebesar 15-25% dari total tagihan.
Sebab, upah pekerja di Amerika Serikat masih sangat rendah dari upah minimum standar. Selain itu, tidak memberikan tip dianggap tidak sopan atau bahkan menghina, terutama di restoran.
Baca juga: 8 Daftar Aplikasi Scan Barcode, Praktis Dipakai Pengguna Android
Kesimpulan
Uang servis adalah biaya tambahan yang ditetapkan oleh bisnis kepada pelanggan, untuk membayar jasa pelayanan di hotel atau resto di hotel.
Tujuannya untuk memberikan tambahan kepada karyawan, menutup biaya operasional, dan meningkatkan kualitas layanan.
Bila Anda ingin mengatur service charge dengan mudah, Anda dapat pakai aplikasi kasir atau POS Nutapos.
Melalui aplikasi, biaya pelayanan ini dapat dimasukkan pada keterangan struk tamu kunjungan atau pelanggan.
Pengaturannya bisa langsung dari aplikasi atau backoffice, dengan cara:
| Lewat Aplikasi | Lewat Backoffice |
| 1. Masuk ke Pengaturan 2. Pilih menu Kasir. 3. Pilih Pajak, lalu tekan untuk menambahkan service charge. 4. Atur persentase yang ingin ditampilkan. | 1. Masuk ke menu Items. 2. Pilih Pajak. 3. Sesuaikan field untuk service charge sesuai tarif yang diinginkan. |
Dengan ini, Anda bisa memastikan service charge tampil secara otomatis di struk dan memudahkan proses pembayaran di outlet.
Terlebih lagi, aplikasi Nutapos juga menyediakan beragam fitur lainnya, seperti:
- Mencatat transaksi penjualan.
- Mencatat diskon, promo, dan pajak.
- Buat puluhan laporan bisnis (penjualan, stok, pembelian, pesanan, laba, dll.)
Jika Anda tertarik mencoba aplikasi POS Nutapos, ada gratis pakai aplikasi selama 14 hari. Unduh aplikasi sekarang atau buat akun bisnis Anda melalui backoffice Nutacloud.
