Usaha warung kopi pinggir jalan menjadi salah satu bisnis menjanjikan di Indonesia. Sebab, modalnya relatif terjangkau dan peminat kopinya juga banyak.
Data dari Snapcart menunjukkan kalau 79% orang Indonesia merupakan konsumen kopi; Gen Z (60%), Gen Y/Millennials (54%) dan Gen X (52%) lebih suka minum kopi di warung.
Dalam artikel ini, kita akan membahas langkah-langkah untuk memulai bisnis warung kopi ini. Mulai dari definisi sampai modal yang dibutuhkan.
Apa Itu Usaha Warung Kopi?

Warung kopi adalah tempat yang menyediakan berbagai minuman kopi dan camilan dengan harga yang terjangkau.
Biasanya berlokasi di pinggir jalan dan identik dengan suasana santai menggunakan bangku atau lesehan.
Berbeda dengan kafe, sajian di warung kopi lebih sederhana. Pemilik dapat hanya memakai kopi sachet dengan varian kopi tubruk dan kopi susu.
Maka dari itu, harganya bisa sangat terjangkau. Bahkan ada yang jual Rp2.000 di warung kopi kabupaten.
Modal Usaha Warung Kopi Pinggir Jalan
Perkiraan modal untuk membuka warung kopi sederhana berkisar antara Rp2 hingga Rp10 juta. Berikut adalah rincian perkiraan modal dan peralatan yang diperlukan:
1. Bahan Baku
- Kopi bubuk robusta atau sachet: Rp300.000 (bisa dapat sekitar 150 kopi sachet, 3 kilogram kopi robusta)
- Gula dan susu kental manis (SKM): Rp100.000 (bisa dapat 3 kilogram gula dan 4 kaleng SKM sekitar 300+ gram).
- Camilan seperti gorengan, keripik, roti bakar: Rp200.000 – Rp500.000.
- Makanan sederhana seperti mi instan atau nasi bungkus: Rp500.000.
Baca juga: Apa Itu Street Coffee? Ini Pengertian, Tren, Jenis dan Tips Bisnisnya
2. Peralatan Dapur dan Bar
- Kompor gas dua tungku: Rp300.000.
- Panci atau tempat merebus air: Rp100.000.
- Termos besar: Rp200.000.
- Gelas, sendok, piring kecil: Rp200.000 – Rp300.000.
- Wajan: Rp100.000
Jika ingin menggunakan peralatan seduh kopi yang modern:
- Pour-over atau French press: Rp300.000 – Rp500.000 per piece.
- Vietnamese phin: Rp100.000 per piece.
- Mesin espresso manual (Rock Presso): Rp1.500.000 – Rp2.000.000.
3. Tempat dan Operasional
- Sewa tempat: Rp2.000.000
- Pakai gerobak sederhana: Rp2.000.000
- Banner: Rp200.000 – Rp500.000.
- Utilitas (listrik, air, wifi dan retribusi daerah): Rp500.000
Penjabaran modal usaha warung kopi pinggir jalan di atas masih bisa Anda sesuaikan lagi jika hitungannya terlalu besar. Misalnya dengan menggunakan peralatan tradisional ketimbang modern.
Atau kurangi jumlah produk yang ingin dijual agar Anda bisa pangkas biaya pembelian bahan baku seperti jenis kopi dan menu makanan.
Mulai dengan nominal kecil dulu, kalau sudah punya simpanan baru upgrade peralatan dan tambahkan varian menu.

Tips Memulai Usaha Warung Kopi Sederhana
Berikut adalah beberapa tips penting untuk memulai usaha warung kopi sachet:
1. Pastikan Konsep dan Target Pasar Usaha
Sebelum memulai, tentukan konsep bisnis Anda. Jika menggunakan kopi sachet, targetkan pelanggan seperti pengendara ojek, kuli pasar, sopir truk, atau warga sekitar yang suka nongkrong di warkop dengan harga murah.
Jika ingin sedikit lebih modern, seperti street coffee di kota-kota besar, targetkan mahasiswa atau pekerja yang mencari kopi dengan harga terjangkau namun berkualitas.
Untuk target mahasiswa atau pekerja, gunakan peralatan seduh manual seperti pour-over atau french press untuk membuat kopi. Sediakan wifi supaya mereka lebih betah.
Anda juga bisa menyasar penikmat kopi sejati dengan menyediakan kopi seduh manual menggunakan biji robusta atau arabika berkualitas. Beli Rok Presso untuk membuat base minuman kopi (Espresso) Anda.
Baca juga: Cara Memulai Bisnis Kedai Kopi yang Laris Manis untuk Pemula
2. Pilih Lokasi yang Sesuai
Pilih lokasi strategis dengan banyak lalu lintas orang, seperti dekat kampus atau area perkantoran.
Anda juga bisa memilih buka warung kopi sederhana di pasar. Jika sasarannya adalah kuli panggul, kang becak hingga pengendara ojek, buat warung kopi dengan produk sachet.
Tapi kalau Anda ingin sasarannya mahasiswa, sales, pekerja kantoran, pertimbangkan membuat kopi dengan alat seduh modern.
Jika modal sangat terbatas dan Anda tidak bisa sewa tempat, pertimbangkan untuk berjualan secara keliling untuk jangkau lebih banyak pelanggan.
3. Pilih Peralatan yang Efisien dan Terjangkau

Hanya beli peralatan untuk membuat kopi yang Anda butuhkan. Misalnya, jika Anda hanya menjual kopi sachet, cukup siapkan kompor, termos, gelas , dan kopinya.
Untuk makanan, Anda cukup siapkan panci memasak mie dan alat makan.
Nanti, jika modal Anda sudah mulai bertambah, pertimbangkan untuk menambah alat lainnya. Seperti wajan untuk membuat gorengan.
4. Cari Biji Kopi yang Enak walaupun Terjangkau
Jika Anda menyajikan kopi bubuk, pastikan memilih kopi robusta atau campuran yang memiliki rasa kuat. Kopi jenis ini harganya terjangkau untuk warkop dan rasanya kuat untuk kopi tubruk.
Nah kalau Anda pakai kopi sachet, sebaiknya sesuaikan dengan favorit konsumen. Data GoodStats menyebut beberapa brand kopi yang disukai orang Indonesia:
- Kapal Api (45%)
- Good Day (34%)
- Luwak White Koffie (27%)
5. Uji Coba Kombinasi Menu Sederhana
Mulailah dengan menu yang simpel seperti kopi dan teh. Kombinasikan dengan camilan seperti gorengan atau keripik.
Beberapa contoh menu yang bisa Anda sediakan:
| Minuman | Makanan dan Cemilan |
| Kopi tubruk | Mie instan |
| Kopi susu | Gorengan (weci, pisang goreng, ketela) |
| Teh Manis | Aneka keripik |
| Susu jahe |
Anda juga bisa menawarkan paket menu, seperti kopi dan mi instan, untuk menarik lebih banyak pelanggan.
Jangan menambahkan terlalu banyak menu di awal. Sesuaikan dengan kapasitas operasional Anda yang jualan sendiri, agar tidak kewalahan.
Ke depan jika usaha warung kopi Anda mulai ramai pelanggan, tambah orang untuk membantu Anda. Baru kemudian tambahkan menu lain seperti nasi bungkus, ketan, soda dan lain sebagainya.
6. Lakukan Promosi Secara Organik
Anda bisa memanfaatkan media sosial seperti Instagram dan TikTok untuk promosi secara organik. Promosi ini tidak perlu iklan, jadi budgetnya bisa dipangkas.
Buat konten sederhana yang menampilkan suasana warung kopi Anda, menu yang ditawarkan, atau testimoni pelanggan. Anda bisa juga live setiap hari untuk menarik pelanggan.
Bisa juga dengan promosi mulut ke mulut. Apabila Anda memberikan pelayanan yang baik dan harga terjangkau, promosi jenis ini jadi lebih gampang.
Jangan lupa untuk membuat akun Google My Business untuk usaha warung kopi sederhana, supaya muncul di Google Search dan Google Maps. Begini caranya:
- Masuk ke Google My Business (buat akun Google jika belum punya);
- Masukkan nama bisnis. Jika belum ada, Anda bisa memilih “Tambahkan Bisnis Anda ke Google. Tapi jika sudah ada, pilih untuk klaim.
- Pilih kategori “Warung Kopi”.
- Tambahkan lokasi bisnis.
- Tambahkan area layanan antar (jika ada, kalau tidak bisa skip).
- Masukkan kontak bisnis.
- Verifikasi bisnis lewat email atau instan di Google Search Console.
- Lengkapi profil bisnis (Foto, jam operasional, deskripsi warkop, kisaran harga).
Baca juga: 7 Manfaat Menggunakan Aplikasi Kasir Cafe, Bisnis Makin Lancar
Kesimpulan
Usaha warung kopi sederhana adalah peluang bisnis yang menjanjikan dengan modal yang relatif kecil (mulai dari Rp2 juta).
Pastikan Anda telah membuat konsep yang matang dengan pemilihan lokasi strategis dan menu sederhana untuk memulai.
Nah, jika usaha warung kopi sudah beroperasi dan Anda membutuhkan aplikasi kasir canggih, coba Nutapos.
Nutapos cocok dipakai oleh usaha kuliner yang baru mau merintis, soalnya tidak ada biaya bulanan.
Cukup pakai skema per transaksi, dengan top up saldo minimal Rp50.000. Nantinya, aplikasi hanya memotong Rp200 per transaksi berhasil. Jadi, Anda bisa pakai aplikasi sampai saldo benar-benar habis!
Tertarik mencobanya? Daftarkan akun usaha warung kopi Anda melalui backoffice Nutapos, lalu unduh aplikasi di Google Play Store. Uji coba gratis selama 14 hari!
Ingin demo gratis atau punya pertanyaan soal fitur aplikasi kasir Nutapos? Klik banner di bawah ini untuk langsung terhubung dengan WhatsApp Customer Service.
