Sudah coba berbagai jenis strategi pemasaran, tapi masih belum ada perubahan yang signifikan terhadap penghasilan bisnis?
Kemungkinan Anda hanya belum menemukan strategi yang tepat. Soalnya, tidak semua cara yang berhasil di bisnis lain, akan sesuai dengan karakteristik usaha kuliner Anda.
Nah, di artikel ini, Nutapos akan bahas berbagai jenis strategi dan cara memilih mana yang paling cocok dengan sumber daya dan bujet Anda.
Yuk, baca sampai habis agar perkembangan bisnis tidak jalan di tempat saja!
Apa Saja Jenis Strategi Pemasaran dalam Bisnis Kuliner?

Ini beberapa pilihan strategi yang bisa Anda coba untuk meningkatkan penjualan.
1. Pemasaran Mulut ke Mulut (Word of Mouth)
Jenis yang pertama ini sering dianggap paling efektif. Pasalnya, pemasaran mulut ke mulut mengandalkan pelanggan yang puas dengan produk/layanan Anda.
Pemasaran terjadi ketika mereka bercerita ke teman, keluarga, atau orang lain tentang apa saja hal yang membuat produk/layanan Anda wajib dicoba.
Untuk memanfaatkan strategi ini, kuncinya cuma satu: jadikan bisnis Anda layak untuk diceritakan.
Kalau bisnis kuliner, poin unggulnya bisa jadi rasa yang sangat pas di lidah pelanggan, pelayanan yang ramah dan solutif, kebersihan area, harga yang terjangkau, atau fasilitas yang sangat lengkap.
Ada satu saja poin unggul yang membuat pelanggan puas, mereka pasti akan dengan senang hati membagikannya ke orang lain.
Contohnya, dari pengalaman Bob Sadino sewaktu beliau menjual telur dari rumah ke rumah, Om Bob memanfaatkan strategi ini dengan cara memberikan 2 telur busuk pada pelanggan paling cerewet di area Kemang.
Dia menjanjikan kalau ada telur yang busuk, pelanggan akan dapat ganti 10 kali lipat. Ketika pelanggan komplain, Om Bob langsung menanggapi dan mengganti 2 telur tersebut dengan 20 telur baru.
Alhasil, jaminan ini membuat pelanggan tadi puas. Dia pun membagikan cerita ini ke orang lain, secara gratis.
2. Pemasaran Media Sosial
Kalau incaran pelanggan Anda merupakan generasi muda, buat akun bisnis di berbagai platform media sosial sangat bisa dicoba. Lewat TikTok, Instagram, WhatsApp, atau Facebook.
Platform tersebut bisa menghubungkan bisnis langsung ke pelanggan dan calon pelanggan, melalui pembuatan konten yang relevan. Anda bisa posting:
- Informasi lengkap bisnis (cara ke lokasi, Google Maps, jam buka, aturan, dll).
- Produk yang dijual (foto makanan, deskripsi makanan, dll).
- Cerita pelanggan (video mereka sedang makan atau mengulas restoran).
- Kontes (buat lomba/giveaway untuk pelanggan dapat diskon atau produk gratis).
Kuncinya agar berhasil, manusiakan akun bisnis Anda. Jangan sekadar jualan saja. Tapi, tunjukkan juga sisi personal yang bisa buat pelanggan merasa lebih dekat dengan usaha Anda.
Contohnya sudah banyak, jika Anda cek akun bisnis kompetitor lain di media sosial. Banyak brand berlomba-lomba untuk menunjukkan momen lucu dan keseharian mereka.
Bisa dengan memperlihatkan proses produksi, membuat konten edukasi, ikut trends yang lagi populer, menceritakan kebiasaan lucu pelanggan yang buat jengkel karyawan, dan lain-lain.
Baca juga: 9 Jenis dan Contoh Strategi Pemasaran Produk Makanan & Minuman UMKM
3. Pemasaran Influencer dan Food Blogger
Jenis strategi pemasaran influencer dan food blogger memiliki konsep yang sama dengan mulut ke mulut.
Yang membedakan, Anda membayar orang yang memiliki pengaruh tertentu pada suatu komunitas. Artinya, mereka bisa mengajak orang lain (pengikut) untuk ikut membeli produk/mencoba layanan.
Mengapa demikian? Karena mereka sudah punya audiens loyal yang percaya pada rekomendasi mereka.
Untuk bisnis kuliner, influencer atau blogger yang sesuai harus punya demografi audiens yang sama dengan target pasar Anda.
Misal kafe Anda fokus menawarkan menu makanan dan minuman sehat. Nah, Anda harus pakai jasa influencer atau blogger yang juga menerapkan gaya hidup sehat atau vegan.
Agar konten yang dibuat memang sesuai dan dapat menjangkau calon pelanggan yang tertarik untuk datang. Ada beberapa hal yang harus Anda perhatikan dalam strategi pemasaran ini, seperti:
- Rate card (daftar harga untuk berbagai jenis konten).
- Portofolio (hasil kerja sama sebelumnya dan contoh konten yang sudah dibuat).
- Engagement rate (seberapa aktif audiens berinteraksi dengan konten merek).
- Demografi audiens (yang lihat konten mereka, karakternya sesuai dengan target pasar Anda).
- Laporan analitik (cek performa konten, seberapa efektif berdampak pada brand).
Singkatnya, jangan hanya lihat dari jumlah pengikut mereka dalam menentukan kerja sama. Anda harus tanya dan riset influencer atau blogger mana yang paling bisa mendatangkan pelanggan baru ke bisnis.
4. Pemasaran Lewat Platform Pengiriman Makanan
Sudah tahu sama GoFood, GrabFood, atau ShopeeFood? Nah, manfaatkan platformnya! Daftarkan bisnis Anda agar pelanggan bisa cari dan pesan makanan langsung dari aplikasi.
Ketiga platform tersebut juga sering memberikan promo yang dapat membantu bisnis Anda semakin dikenal banyak pengguna.
Kecuali Anda sudah punya sistem delivery sendiri dan ini sudah cukup membantu. Soalnya, aplikasi pesan antar punya potongan komisi layanan. Artinya, Anda harus bayar untuk pakai jasa mereka.
Apa saja yang harus dipersiapkan dalam memakai jenis strategi pemasaran ini?
- Profil bisnis (pastikan lengkap dan visual produk sesuai dengan apa yang pelanggan dapatkan).
- Rasa dan pelayanan (pastikan tidak mengecewakan pelanggan agar review positif).
- Biaya pengiriman (apakah ditanggung bisnis, pelanggan, atau ada subsidi biaya).
- Promosi (apakah ada diskon lain untuk pelanggan, pastikan Anda tidak rugi di sini).
- Penawaran paketan (pelanggan biasanya suka paket combo yang lebih murah).

5. Pemasaran dengan CSR (Corporate Social Responsibility)
Pemasaran dengan CSR berarti bisnis Anda ingin memberikan kontribusi positif bagi lingkungan atau masyarakat sekitar.
Jadi, bisnis tidak hanya cari untung saja, namun juga peduli dengan isu sosial yang ada. Anda bisa melakukan kegiatan amal, mengurangi penggunaan plastik, atau mendukung produk lokal lain.
Contoh simpelnya:
- Setiap pembelian menu A, 10% dari harga akan didonasikan untuk anak yatim piatu.
- Pesan produk B lewat aplikasi pesan antar, Mas dan Mbak ojek akan dapat minuman gratis.
- Pelanggan yang bawa wadah atau bag sendiri bisa dapat potongan harga.
- Beli bahan baku lewat petani lokal yang produknya organik, tanpa pestisida.
- Tips dari pelanggan akan dibelikan makanan untuk yang membutuhkan.
Yang perlu dipahami, CSR itu harus tulus dan bukan hanya sekadar gimmick. Soalnya, pelanggan bisa langsung merasakan apakah bisnis Anda benar peduli atau cuma cari muka.
Strategi ini cocok jika Anda ingin meningkatkan citra bisnis di mata pelanggan, atau membuat acara sosial yang bisa melibatkan karyawan dan pelanggan.
Mereka yang peduli akan lebih memilih tempat yang mendukung tujuan sosial ini, dan pelanggan juga dapat menyebarkan hal positif tentang bisnis Anda ke orang lain.
Jadi, mulai dari memiliki niat ingin membantu suatu hal atau pihak. Lalu, jelaskan tujuan kegiatan Anda, dan berikan update lewat media sosial.
Update tersebut bukan untuk menjual atau memasarkan suatu hal. Hanya agar pelanggan tahu kemana bantuan yang mereka berikan dan seberapa transparan bisnis Anda soal ini.
6. Pemasaran Berbasis Pengalaman (Experiential Marketing)
Pemasaran berbasis pengalaman atau experiential marketing itu fokus ke menciptakan pengalaman yang tak terlupakan bagi pelanggan (kenangan khusus tentang bisnis Anda).

Contoh jenis strategi pemasaran experiential, pelanggan membuat salad mereka sendiri.
Bisa melalui acara tertentu yang langsung melibatkan partisipasi dari pelanggan setia Anda. Strategi ini cocok dilakukan apabila bisnis Anda sudah punya keunikan tertentu dan data pelanggan setia.
Contohnya, misal Anda punya kedai kopi dan ingin buka cabang baru. Nah, Anda dapat memanfaatkan sesi pre-opening dengan mengundang 40 pelanggan paling setia saja.
Di acara tersebut, Anda bisa mengadakan produk testing untuk menu baru atau signature. Jadi, tamu undangan dapat mencoba menu baru sebelum dijual ke publik.
Anda juga dapat memperlihatkan bagaimana menu makanan atau minuman dibuat. Ajak juga pelanggan untuk coba-coba, misal buat manual brew, latte art, atau kreasi dekorasi kue.
Pelanggan yang diundang pasti akan merasa sangat dihargai dan bisa lebih dekat dengan usaha Anda. Sebab, Anda juga memperlihatkan seberapa besar kontribusi mereka dalam membuka cabang baru ini.
Selain itu, Anda juga dapat meminta pendapat mereka untuk bantu menyempurnakan menu. Mungkin ada hal yang kurang, dari segi rasa, tampilan produk, pelayanan karyawan, dan lainnya.
Bagaimana Memilih Strategi Pemasaran yang Tepat untuk Bisnis Makanan dan Minuman?
Tadi sudah dijelaskan jenis strategi pemasaran yang bisa dicoba, sekarang kita pindah ke cara memilih strategi yang paling cocok untuk Anda.
Perlu diingat bahwa, memang, Anda harus uji coba beragam strategi untuk tahu mana yang paling bisa meningkatkan penjualan tanpa modal besar.
Baca juga: 9 Cara Agar Toko Ramai Pengunjung, Tanpa Menghabiskan Banyak Dana
Nah, ada proses yang perlu Anda lakukan agar aksi pemasaran efektif menarik minat pelanggan. Mulai dari mengenal karakter pelanggan ideal.
Siapa mereka? Bagaimana dengan pekerjaan, gaji, usia, gaya hidup, metode pesan dan bayar favoritnya? Pahami apa yang mereka cari, dan bagaimana bisnis Anda bisa memenuhi hal ini.
Lalu, tentukan tujuan bisnis. Apakah untuk meningkatkan penjualan jangka pendek atau membangun loyalitas jangka panjang?
Kemudian, tentukan berapa banyak anggaran yang rela Anda habiskan untuk pemasaran. Apakah hanya cukup untuk buat iklan di media sosial saja? Atau Anda juga bisa buat acara khusus tertentu di tempat?
Terakhir, pahami apa yang membedakan produk, tempat, atau pelayanan Anda. Apa poin unggul yang selalu konsisten dan bisa layak diceritakan oleh pelanggan ke orang lain?
Nutapos kasih contoh spesifik agar hal ini mudah dipahami. Kita pakai contoh Mawar yang punya usaha kuliner jualan rice box, dengan harga Rp20.000 sampai Rp35.000.
| Pelanggan ideal | Tujuan bisnis | Anggaran | Yang unggul dari produk |
| Usia 18 sampai 35 tahun. Mengincar orang yang sibuk (mahasiswa dan pekerja kantoran). Pendapatan menengah, sekitar Rp3.000.000 ke atas. Gaya hidup praktis, suka yang cepat, sehat, dan masih terjangkau. Karena sibuk, lebih pilih pesan lewat aplikasi pesan antar/WhatsApp bisnis dan bayar secara digital. | Jangka pendek, untuk meningkatkan penjualan pada waktu tertentu (promo sarapan berupa potongan diskon 10%, selama satu minggu setiap dua bulan sekali). Jangka panjang, bangun loyalitas pelanggan dengan menawarkan pembelian paket langganan, khusus menu rice box sehat (dengan harga lebih murah). | Semisal Mawar punya Rp1.000.000, maka ia bisa: 1. Bayar iklan di satu media sosial saja untuk memberitahukan program promosi dan paket langganan. 2. Menyediakan subsidi gratis ongkir pada aplikasi pesan antar, namun terbatas. | 1. Menggunakan bahan segar. 2. Porsi mengenyangkan dengan harga cukup terjangkau. 3. Punya banyak pilihan lauk sehat. 4. Bebas pilih topping atau sambal ekstra. 5. Kemasan aman dan mudah dibawa kemana-mana. |
Kesimpulan
Demikian beberapa jenis strategi pemasaran yang bisa Anda lakukan! Apapun pilihan caranya, yang penting Anda sudah tahu siapa pelanggan dan bagaimana cara memenuhi kebutuhan mereka.
Jangan lupa sesuaikan dengan anggaran dan sumber daya yang ada, dan selalu pantau performa aksi pemasaran Anda agar hasil lebih akurat.
Nah, kalau bisnis Anda butuh bantuan dalam mencatat dan memproses pesanan pelanggan, Anda bisa coba pakai aplikasi kasir kuliner Nutapos!
Selain mempermudah transaksi, Nutapos juga bisa bantu:
- Buat puluhan laporan penjualan dan keuangan otomatis.
- Atur promo, diskon, produk paket, sampai program loyalitas.
- Catat data pelanggan setia (nama, email, WhatsApp, alamat).
- Pantau ketersediaan stok barang dan bahan baku real-time.
- Cetak atau kirim struk digital ke email/WhatsApp pelanggan.
Jadinya, Anda tidak perlu lagi lembur hanya untuk cek nota satu per satu atau buat rekap laporan penjualan manual.
Tinggal buka Nutapos, dan langsung tahu mana produk paling laris dan aksi pemasaran paling efektif!
Nutapos juga menyediakan demo gratis secara online atau langsung datang ke outlet. Beritahukan saja kebutuhan Anda ke tim Customer Service kami, dengan cara klik banner di bawah.
Atau, langsung unduh aplikasi kasirnya di sini atau buat akun di backoffice nutacloud. Ada masa trial gratis selama 14 hari, semua fitur bisa Anda pakai.
