Hasil dari memakai media sosial untuk promosi bisnis kuliner bisa sangat efektif. Anda bisa menjangkau pelanggan dari mana saja, meski bisnis kuliner berada di lokasi tertentu.
Tapi, promosi di media sosial juga harus menggunakan strategi yang tepat. Mulai dari memilih platform yang cocok hingga merancang strategi promosi yang menarik.
Kalau ingin bisnis kuliner Anda dikenal lebih luas secara online, yuk baca artikel ini sampai habis!
Pentingnya Media Sosial Untuk Promosi Bisnis Kuliner

Media sosial memiliki peran penting dalam promosi bisnis kuliner karena jangkauannya yang luas dan bisa berinteraksi langsung dengan pelanggan Anda.
Namun menggunakan media sosial untuk promosi bisnis kuliner harus tetap disesuaikan dengan tujuan bisnis.
Jika bisnis kuliner Anda memiliki layanan seperti produk kemasan, sistem delivery, atau rencana membuka cabang di kota lain, maka media sosial bisa digunakan untuk memperluas pasar.
Sementara jika bisnis kuliner yang Anda jalankan hanya fokus pada pasar lokal seperti rumah makan tradisional, maka media sosial bisa digunakan untuk membangun interaksi dengan pelanggan serta mengabarkan tentang promo atau menu baru.
Nah, selain penjabaran di atas, inilah poin penting yang bisa Anda ketahui:
1. Bisa Kenal Dekat dengan Calon Pelanggan Anda
Umumnya, platform media sosial memiliki fitur analitik yang memungkinkan akun bisnis Anda untuk dapat data pelanggan atau audiens.
Di TikTok, data ini bisa Anda lihat di setiap post dengan klik ‘More Insights’. Di Instagram, ada ‘Professional Dashboard’ di akun bisnis dan ‘View Insights’ di postingan.
Data ini ada banyak, mulai dari:
- Demografi umum audiens (usia, jenis kelamin, lokasi, dll).
- Key metrics (post views, photos viewed, total play time, dll).
- Engagement (likes, top words in comments, dll).
Dari situ, Anda bisa menyusun strategi pemasaran dengan menyesuaikan konten berdasarkan preferensi dan kebutuhan audiens.
Anda juga menjadi tahu bagaimana harus berinteraksi dengan audiens di media sosial. Misal bisa menentukan tone bahasa yang santai atau semi-formal.
Selain itu, Anda juga akan mendapatkan insights yang bisa digunakan untuk meningkatkan layanan atau produk bisnis kuliner.
2. Mudah Membagi Informasi dan Pesan Pemasaran
Media sosial membantu Anda menyampaikan segala informasi tentang bisnis dengan mudah.
Seperti informasi tentang menu baru, info promo atau diskon, dan bahkan ulasan pelanggan tentang produk kuliner Anda.
Informasi yang disampaikan lewat media sosial bisa tersebar dengan cepat dan jangkauan yang lebih luas.
3. Meningkatkan Kesadaran Merek (Brand Awareness)
Dalam sebuah artikel yang dirilis Buffer, brand awareness adalah tolok ukur bagaimana brand Anda bisa dikenal dengan mudah oleh target audiens.
Membangun kesadaran merek perlu dilakukan jika Anda ingin menjadikan bisnis sebagai pilihan utama (top of mind) pelanggan dibandingkan kompetitor.
Nah, bagaimana caranya? Anda harus fokus membuat konten yang relevan dengan audiens. Gunakan data audiens yang sudah terkumpul untuk menyesuaikan strategi pemasaran.
Misalkan Anda pemilik bisnis pastry dan media sosial yang ingin digunakan adalah Instagram.
Dari data analitik Instagram akun bisnis Anda, mayoritas audiens adalah wanita berusia 18-40 tahun yang tinggal di kota besar.
Sebelum membuat konten pemasaran untuk menyasar audiens tersebut, Anda bisa membuat konten polling atau QnA untuk mengetahui preferensi atau kegemaran mereka yang berhubungan dengan produk pastry.
Dari jawaban-jawaban audiens itu nantinya, bisa Anda jadikan pegangan untuk membuat konten seperti behind the scene pembuatan kue atau foto produk kue yang estetik.
Baca Juga: Jenis Strategi Pemasaran dan Cara Memilih yang Paling Tepat
Media Sosial Apa yang Paling Cocok untuk Bisnis Kuliner?

Tanpa basa-basi, Nutapos akan memberikan rekomendasi media sosial untuk promosi bisnis kuliner berdasarkan data dari Exploding Topics.
1. Facebook
Saat ini, Facebook menjadi media sosial yang paling banyak digunakan dengan jumlah Monthly Active Users (MAU) mencapai 3.06 miliar dan traffic mencapai 13 miliar.
Di Indonesia, mayoritas pengguna Facebook ada di rentang usia 18-24 tahun, 25-34 tahun, dan 35-44 tahun.
Penggunanya tersebar di kota besar hingga wilayah semi-urban atau rural dan cenderung berbasis komunitas.
Didukung dengan fitur grup yang memungkinkan pengguna dengan kesamaan minat berkumpul dan berinteraksi.
Dengan karakteristik tersebut, bisnis kuliner yang menyasar komunitas lokal seperti warung makan tradisional dan kuliner lokal cocok untuk berpromosi di Facebook.
2. Instagram
Pengguna Instagram mayoritas di rentang usia 18-24 tahun dan 25-34 tahun. Mereka cenderung memiliki karakteristik visual-oriented dan sering mencari inspirasi makanan atau tempat makan menarik.
Sehingga Anda yang memiliki bisnis kuliner seperti kafe estetik, makanan sehat, atau produk kuliner yang mementingkan visual akan lebih tepat sasaran jika menggunakan Instagram sebagai media promosi.
Fitur-fitur di Instagram juga memungkinkan Anda berinteraksi dengan audiens melalui berbagai cara.
Tak hanya sekadar membalas pesan atau komentar, Anda bisa berinteraksi lewat fitur yang di Story seperti polling, QnA, Add Yours, dan lain-lain.
3. TikTok
Karakteristik pengguna TikTok lebih dinamis dibandingkan pengguna Facebook dan Instagram.
Mereka menyukai video pendek yang menghibur, tidak terlalu mempertimbangkan visual, dan topiknya lebih uptodate.
Bisnis kuliner seperti street food, makanan ringan, atau kuliner kekinian yang unik akan menemukan audiens yang tepat di TikTok.
Baca juga: Panduan Lengkap Strategi Pemasaran Media Sosial untuk UMKM Kuliner
Strategi Menggunakan Media Sosial Untuk Promosi Bisnis Kuliner
Bisnis kuliner yang memiliki akun media sosial saja tak cukup. Harus ada strategi yang Anda terapkan agar bisnis kuliner Anda semakin dikenal. Berikut penjelasannya.
1. Pahami Keunggulan dan Kelemahan Bisnis Kuliner Anda
Agar strategi pemasaran tepat sasaran, hal pertama yang bisa dilakukan adalah memahami profil bisnis Anda.
Hal ini mencakup data tentang produk unggulan, nilai unik yang ditawarkan, serta potensi pasar.
Lalu, lakukan analisis SWOT (Strengths, Weaknesses, Opportunities, Threats) untuk mengetahui kelebihan, kekurangan, peluang, dan tantangan bisnis kuliner Anda.
Misalnya Anda memiliki bisnis kafe. Maka analisis SWOT sederhana yang bisa Anda sebagai berikut:
| Strengths | Weaknesses | Opportunities | Threats |
| Lokasi strategis Menu unik Desain interior estetik | Harga premium Kapasitas kafe terbatas | Tren minum kopi meningkat Penggunaan aplikasi digital Venue acara/workshop | Persaingan ketat dengan kompetitor Krisis ekonomi Perubahan gaya hidup masyarakat |
Setelah memahami seluk beluk soal bisnis Anda, kemudian petakan siapa kira-kira yang menjadi kompetitor.
Anda bisa menganalisa apa menu andalan hingga cara mereka melakukan promosi.

2. Buat Rencana Konten dari Hasil Riset Kompetitor
Jika ini merupakan pertama kalinya Anda membuat rencana konten di media sosial, maka penting untuk melakukan riset kompetitor.
Perhatikan bagaimana mereka membuat konten, seperti jenis konten yang mereka tampilkan hingga bagaimana cara mereka berinteraksi dengan pelanggan.
Dari hasil riset tersebut, Anda bisa mulai membuat rencana kontennya. Hal ini penting untuk memberi batasan pada topik apa saja yang ingin Anda bahas di media sosial, sehingga tidak melebar kemana-mana.
Contoh jika Anda memiliki bisnis pastry, rencana konten di Instagram yang bisa Anda buat adalah sebagai berikut:
| Pilar Konten | Ide Konten |
| Edukasi | Tips Pastry, Fun Fact, Behind the Scene proses pembuatan roti |
| Hiburan | Video hiburan, Quiz, QnA |
| Promosi | Info diskon, promo, giveaway, info menu baru, testimoni pelanggan |
| Lifestyle | Menampilkan produk dengan visual estetik |
3. Buat Konten Media Sosial untuk Promosi Bisnis Kuliner Anda
Setelah mendapatkan pilar atau rencana konten, ini saatnya Anda membuat konten.
Dari ide yang sudah terkumpul, buat detail sekaligus kalender konten untuk memudahkan Anda dalam mengelola media sosial.
Dari pilar konten di atas, kira-kira inilah contoh sederhana detail dan kalender konten yang bisa dibuat:
| Timeline | Ide Konten | Deskripsi |
| Minggu 1 | Senin Pilar Konten: Edukasi Ide: Video “Resep Mudah Membuat Croissant” | Video reels tentang step by step singkat proses pembuatan croissant. Pengambilan shoot gambar fokus ke bahan-bahan roti dan proses pembuatannya. |
| Rabu Pilar Konten: Hiburan Ide: Quiz Tebak Jenis Roti | Design post interaktif dengan deskripsi yang menarik untuk mengajak audiens berkomentar | |
| Jumat Pilar Konten: Promosi Ide: Promo Buy 1 Get 1 | Fokus pada informasi promo dan visual produk yang ditawarkan | |
| Minggu 2 | Senin Pilar Konten: Lifestyle Ide: Video “Apa Rasa Macaroon Favoritmu?” | Video reels tentang visual produk macaroon dengan beragam warna dan varian. Lengkap dengan set up yang estetik dan editing slow motion. |
| Rabu Pilar Konten: Edukasi Ide: Tips Memanaskan Croissant dengan Benar | Video reels yang menjelaskan cara memanaskan croissant. Pengambilan gambar dilakukan oleh talent dengan menggunakan properti syuting. | |
| Jumat Pilar Konten: Promosi Ide: Video testimoni pelanggan | Video wawancara pelanggan tentang kesan dan pendapat mereka tentang produk pastry yang Anda jual. |
Tak hanya memikirkan soal ide konten, Anda juga perlu memikirkan format apa saja yang cocok untuk masing-masing konten.
Data dari Buffer menunjukkan bahwa video reels Instagram adalah format video terbaik jika ingin mendapatkan jumlah reach yang besar.
Reels bisa memiliki peluang reach 36% lebih banyak dibandingkan format lain seperti single post atau carousel.
4. Analisa Performa Konten
Baik Facebook, Instagram, maupun TikTok memiliki fitur analitik yang bisa membantu Anda dalam memantau performa konten.
Di fitur tersebut, Anda bisa melihat jumlah reach, komentar, like, share, dan save. Dari situ Anda bisa melihat mana saja konten yang performanya baik dan mana yang masih perlu pengembangan.
Optimasi yang bisa Anda lakukan antara lain membuat versi baru atau modifikasi dari konten yang selalu menunjukkan performa baik. Biasanya konten-konten seperti itulah yang disukai audiens Anda.
Sementara untuk konten yang menunjukkan performa kurang baik, jangan buru-buru untuk menggantinya. Anda bisa melakukan trial dengan perbaikan.
Jika sudah dilakukan trial beberapa kali dan hasilnya masih buruk, maka Anda bisa mempertimbangkan untuk mengganti ide dan format kontennya.
5. Manfaatkan Fitur Ads & Influencer
Meski plannya sudah dipikirkan dengan matang, tak dipungkiri konten organik biasanya memakan waktu lama untuk mendapatkan hasil.
Jika Anda ingin konten lebih cepat diketahui lebih banyak orang, maka Anda bisa memanfaatkan fitur Ads dan Influencer.
Untuk membuat ads, pilih konten yang memiliki performa paling bagus menurut data analitik.
Lalu, targetkan kepada audiens berdasarkan demografi, lokasi, dan preferensi mereka yang sesuai dengan bisnis kuliner Anda.
Selain Ads, Anda juga bisa bekerja sama dengan influencer untuk meningkatkan brand awareness. Pilih influencer yang sesuai dengan persona brand kuliner yang Anda bangun
Pastikan juga influencer memiliki karakteristik pengikut yang mirip dengan target audiens Anda dan memiliki engagement yang tinggi, bukan sekadar jumlah pengikut yang besar.
Baca Juga: Influencer Marketing untuk Bisnis Kuliner: Definisi, Tren & Strategi
Kesimpulan
Sekarang, Anda sudah tahu apa pentingnya dan bagaimana cara memanfaatkan media sosial untuk promosi bisnis kuliner.
Hal ini bisa diwujudkan dari pemilihan platform yang tepat hingga menerapkan strategi yang efektif untuk pemasaran di media sosial.
Jika Anda ingin operasional bisnis kuliner jadi lebih optimal, Nutapos bisa bantu mewujudkannya.
Tak hanya mempermudah transaksi penjualan, Nutapos bisa membantu Anda memantau hasil pemasaran yang tengah dilakukan.
Caranya:
- Membuat diskon dan program promosi yang Anda jalankan.
- Bisa pantau berapa banyak diskon dan promosi tersebut dipakai pelanggan.
Sehingga Anda tak perlu menghitung secara manual saat closing atau memperkirakan seberapa efektif kampanye yang lagi berjalan. Semua tercatat otomatis di Nutapos!
Yuk, klik di sini untuk membuat buat akun backoffice di NutaCloud dan unduh aplikasinya sekarang. Anda bisa dapat gratis masa trial 14 hari!
