Cara Membuat Nama Brand, Lengkap sampai Peraturannya

Semua tentang cara membuat nama brand untuk usaha kuliner. Dari pengertian, pentingnya, cara menentukan, dan peraturan soal Merek di Indonesia.
9 menit membaca
Hal yang diperhatikan dalam cara membuat nama brand.

Informasinya berguna? Bagikan ke teman Anda. Siapa tahu mereka membutuhkannya.

Isi Artikel

Paham cara membuat nama brand akan memberi Anda banyak keunggulan sejak awal. Pasalnya, nama inilah yang akan melekat di bisnis sampai bertahun ke depan.

Nama pun tak bisa asal terdengar bagus dan kreatif saja. Harus sesuai dengan strategi dan identitas bisnis, serta legal secara hukum.

Anda tak inginkan sudah capek merangkai diksi unik, namun ternyata nama tersebut sudah dipatenkan orang lain? Bisa-bisa kena tuntut dan harus putar otak lagi untuk cari yang lain.

Nah, di artikel ini, kita akan bahas cara menentukan nama brand yang mudah diingat, aman secara hukum, dan bisa bertahan lama. Yuk, simak sampai habis!

Apa Itu Brand atau Merek?

Hal yang diperhatikan dalam cara membuat nama brand.
Hal yang diperhatikan dalam cara membuat nama brand.

Dalam terjemahannya ke Bahasa Indonesia, brand adalah merek. Dalam Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2016 tentang Merek dan Indikasi Geografis, Merek adalah tanda pengenal sebuah produk atau jasa dalam dunia bisnis.

Bentuknya bisa berupa nama, logo, warna, angka, suara, atau hologram, baik dalam dua dimensi maupun tiga dimensi. Merek dibuat untuk membedakan produk atau layanan sejenis suatu perusahaan dengan yang lain. 

Oleh sebab itu, tahu cara membuat nama brand sendiri yang unik dan berbeda dapat membantu produk Anda menonjol di puluhan/ratusan merek yang sama.

Baca juga: 11 Cara Memulai Usaha Kuliner dari Nol, Strategi Sukses untuk Pemula!

Kenapa Pemilihan Nama Brand Penting?

Karena nama ini yang jadi langkah awal untuk membantu Anda dalam proses pemasaran dan branding (membangun citra merek, nilai, dan kesan di mata pelanggan).

Dari nama ini juga, Anda bisa menentukan karakter visual yang pas untuk bisnis.

Dari data yang dikumpulkan oleh WiserNotify:

  • 50% konsumen lebih memilih beli sesuatu dari brand yang mereka kenali.
  • 77% konsumen membuat keputusan pembelian berdasarkan nama brand.
  • 81% konsumen perlu mempercayai suatu merek dahulu sebelum membeli.

Nah, perjalanan pelanggan untuk mempercayai brand pasti dimulai dengan kenalan dulu; lihat nama dan visualnya.

Makanya, nama yang bisa nyantol di kepala pelanggan akan cepat membantu bisnis membangun visibilitas merek. 

Intinya, semakin dikenal merek Anda, semakin besar kemungkinan calon pelanggan untuk memilihnya.

Kalau nama diketik atau diucap saja susah, ini bisa membuat calon pelanggan bingung dan bahkan enggan mencari tahu lebih lanjut.

Namun, membangun kepercayaan tidak bergantung pada nama dan visual saja, ya. Soalnya, customer journey itu panjang dalam melakukan pembelian. Mulai dari:

  • Momen mereka pertama kali dengar atau lihat.
  • Mulai tertarik untuk cari tahu lebih dalam.
  • Membandingkan Anda dengan kompetitor.
  • Melakukan pembelian.
  • Mempertimbangkan pengalaman yang didapat sewaktu produk di tangan, sampai
  • Mereka yakin dengan kualitas, layanan purna jual, dll. untuk mulai percaya.

Baca juga: Customer Journey Map: Cara Membuat dan Contoh

Teknik Pembuatan Nama Brand yang Bisa Dipakai 

Sebenarnya, tidak ada satu teknik yang pasti dalam cara membuat nama brand. Namun, Anda bisa mulai dengan menggunakan:

TeknikPenjelasan
1. Nama DeskriptifNama yang langsung menggambarkan produk atau layanan dengan jelas.
Contoh nyata: Sari Roti.
2. Nama SugestifNama yang membangkitkan emosi atau kesan tertentu tentang produk.
Contoh nyata: Mie Gacoan.
3. Bahasa AsingKata dari bahasa lain dengan konotasi positif atau menarik.
Contoh nyata: Tiamo Gelato (bahasa Italia, terjemahan “aku cinta es krim”)
4. Acronym atau InisialSingkatan nama asli yang panjang dan mungkin sulit diingat.
Contoh nyata: Amstirdam (Ampelgading, Sumbermanjing, Tirtoyudo, dan Dampit).
KFC (Kentucky Fried Chicken).
5. Nama GeografisNama lokasi atau tempat untuk memberi identitas tertentu.
Contoh nyata: Soto Betawi H. Ma’ruf.
6. Kombinasi KataGabungan dua kata yang menciptakan nama yang unik.
Contoh nyata: Indomie (gabungan kata “Indonesia” dan “mie”).
7. Permainan Kata (Wordplay)Nama yang mengandung humor atau permainan kata untuk menarik perhatian.
Contoh nyata: Warunk Upnormal.
8. Pakai Nama PendiriPakai nama pribadi sebagai merek. Memberikan kesan keakraban dan otentik.
Contoh nyata: Ayam Bakar Mas Mono.
9. Terinspirasi dari Hal LainNama yang terinspirasi dari literatur, mitologi, atau cerita terkenal.
Contoh nyata: Starbucks (terinspirasi dari karakter novel klasik Moby Dick, karya Herman Melville).

Cara Membuat Nama Brand untuk Bisnis Kuliner

Sekarang, kita fokus ke bagaimana sih cara menentukan nama brand yang pas untuk usaha kuliner di Indonesia?

1. Pahami Dulu Usaha Kuliner yang Anda Jalani

Sebelum jadi kreatif, Anda harus benar-benar mengenal jenis usaha kuliner yang ingin dijalani. Ini meliputi beberapa aspek, seperti:

AspekPenjelasan
1. Jenis Makanan atau MinumanApa yang dijual: Makanan berat, camilan, cepat saji, atau minuman saja?
2. Konsep BisnisFokusnya ke mana? Kecepatan pelayanan, kualitas premium, atau pengalaman unik?
3. Segmentasi PasarSiapa yang akan beli? Anak muda, keluarga, pekerja, atau wisatawan?

Bisa dipisahkan berdasarkan umur, kelas sosial, pendapatan, gaya hidup, pekerjaan, dll.
4. Keunikan atau DiferensiasiApa yang membedakan usaha Anda? Keunggulan unik bisa berupa resep rahasia, bahan lokal/organik, sampai pengolahan.
5. Nilai dan Filosofi BisnisBisnis Anda peduli dengan apa? Keberlanjutan lingkungan, kebersihan dan higienis, cita rasa autentik, atau yang lain?

Kelima aspek di atas bisa membantu Anda mengerucutkan pilihan kata yang dipakai nantinya. Misal, kalau fokus ke satu menu saja, cari nama deskriptif yang simpel dan mudah diingat.

Kalau konsep bisnis Anda premium atau bertema tertentu, cari nama yang terdengar elegan atau artistik.

Untuk target pasar anak muda dan pekerja, bisa pilih nama yang kekinian, penuh energi, simpel, atau wordplay yang lucu. Beda cerita kalau untuk keluarga, cari nama yang ramah dan memberikan kesan hangat.

Jika bisnis punya satu hal unik, bisa pakai:

  • Resep rahasia – cari kata yang memiliki hubungan dengan legenda, kuno, atau bahasa daerah.
  • Bahan lokal/organik – cari kata yang menciptakan kesan segar, sehat, nusantara, lokal, atau nama daerah bahan ditanam.
  • Pengolahan unik – pakai yang mencerminkan teknik produksi, misal fusion, crispy, geprek, dll.

Terakhir, soal nilai dan filosofi bisnis, kita pakai contoh Fore Coffee. Kata “Fore” merupakan singkatan dari “Forest”, artinya hutan.

Pendiri Fore ingin menciptakan brand yang seperti hutan; tumbuh dengan cepat, kuat, tinggi, dan mampu memberikan kehidupan bagi lingkungan sekitar. Nah, bisnis Anda bagaimana?

2. Cari Kata Kunci yang Relevan dengan Bisnis

Cara membuat nama brand kedua adalah dengan mencari kata kunci yang relevan, entah itu dengan bisnis, industri, produk, target pasar, rasa, lokasi, atau lainnya.

Cara membuat nama brand produk mi.
Cara membuat nama brand produk mi.

Contoh, Anda ingin menjual produk mi. Kira-kira apa saja kata-kata yang berhubungan dengan mi (punya hubungan semantik)?

Bisa ambil dari bahasa asing, adjektif yang menggambarkan rasa, level kepedasan, dll.

Bagaimana bisa tahu kata mi punya hubungan semantik dengan yang lain? Dengan baca kamus dan cek tesaurus. Iya, harus banyak baca, pahami makna kata, dan cari sinonimnya.

Mau hasil yang lebih cepat? Anda bisa pakai AI (artificial intelligence) di sini. Caranya, ketik di mesin pencari frasa ini: business name generator.

Nanti, akan muncul banyak website yang pakai AI untuk menghasilkan banyak nama brand. Nutapos coba satu website (namelix.com) untuk kata mi, ini pilihannya:

  • Miemore (simpel dan mudah diingat)
  • Noodoodles (cocok kalau di tempat Anda pelanggan bisa doodles)
  • Mamie (bisa diplesetkan jadi Ma’ammie)
  • Noodler (cocok kalau produk kids-friendly)

Contoh di atas hanyalah hasil dari AI saja. Nutapos tidak cek apakah nama tersebut sudah dipatenkan. Jadi, Anda harus riset terlebih dahulu di Pangkalan Data Kekayaan Intelektual (PDKI).

Kalau Anda ingin pakai AI lain, bisa coba ChatGPT, Claude, Google Gemini, Microsoft Copilot, dan lainnya. Cari saja di internet siapa kompetitor dari AI di atas, dan cara pakainya bagaimana.

Satu hal yang perlu dipahami soal AI, nama yang dihasilkan kemungkinan tidak bisa dilindungi oleh hukum. Apalagi kalau nama tersebut terlalu general dan mengambil hasil dari karya orang lain.

Jadi, sebaiknya gunakan AI untuk bantu Anda brainstorming dalam proses berpikir. Jangan asal comot, asal copy-paste.

Klik untuk menghubungi WhatsApp Customer Service Nutapos.

3. Pilih Kata yang Mudah diingat dengan Asosiasi Positif

Nama brand sering kali menjadi hal pertama yang dilihat dan meninggalkan kesan pada pelanggan. 

Jadi, pilih yang mudah diingat dan punya asosiasi positif (untuk menghasilkan hubungan emosional dengan pelanggan).

Apa saja yang perlu Anda perhatikan di sini?

  • Pilih kata yang singkat, langsung pada intinya, dan tidak membingungkan.
  • Gunakan kata yang ada rima atau aliterasi agar bisa lebih menonjol.
  • Kata harus mudah dieja dan mudah diucapkan. Hindari yang sulit atau tidak lazim.
  • Kata mendeskripsikan hal positif atau keunggulan, serta cakupan produk/layanan.

Untuk menghindari pemilihan kata dengan konotasi negatif, coba pikirkan dulu. Apakah diksi yang Anda pilih kemungkinan akan menyinggung kelompok tertentu?

Apakah punya makna ganda yang bisa menimbulkan persepsi buruk? Jika iya, sebaiknya jangan dipakai.

Contoh dalam copywriting, kebanyakan penulis jarang memakai kata “murah” dalam pesan pemasaran mereka. Sebab, kata tersebut cepat dihubungkan dengan kualitas produk yang kurang bagus.

Baca juga: Jenis Strategi Pemasaran dan Cara Memilih yang Paling Tepat

Makanya, katanya diganti ke “terjangkau”, “ramah di kantong”, “pas di bujet mahasiswa”, “gak membebani dompet Anda”, dan lainnya.

Kecuali momennya memang lagi ada diskon besar-besaran atau memang mengincar pasar menengah ke bawah.

Meskipun demikian, beberapa brand juga ada yang sukses dengan memakai kata berkonotasi negatif. Contohnya, Monster Energy (brand yang menjual minuman energi).

Brand ini pakai kata “Monster” yang mungkin terdengar agresif dan membahayakan untuk beberapa orang. 

Namun, kata tersebut justru dapat menarik perhatian karena memang sesuai dengan nilai brand mereka: anak muda yang suka tantangan, aktivitas ekstrem, dan gaya hidup adrenalin tinggi.

4. Sesuaikan Pilihan Nama dengan Identitas Bisnis dan Target Pasar

Setelah riset kosakata, cara membuat nama brand makanan selanjutnya adalah memastikan nama yang dipilih benar-benar mencerminkan karakteristik bisnis dan dapat diterima dengan baik oleh target pasar.

Sebab, nama bisa bantu mengkomunikasikan nilai-nilai yang ingin Anda tonjolkan dan memberikan kesan yang tepat kepada konsumen.

Misalnya, bisnis Anda fokus pada makanan cepat saji yang praktis. Nama yang ringkas, mudah diingat, dan terkesan santai bisa lebih efektif.

Anda bisa pakai kata yang menggambarkan nilai bisnis tersebut, seperti “cepat”, “fast”, “quick”, “speedy”, “instan”, “go”, “grab”, “rush”, dll.

Contoh lain, bisnis kedai kopi umumnya pakai variasi kata kopi: “koffie”, “coffee”, “kahvi”, “café”, “kōhī”, dan masih banyak lagi.

Lalu, Anda perlu menggabungkan kata dengan nama produk yang dijual atau bebas menciptakan kata baru. Ini dilakukan agar nama tidak terlalu general dan berbeda dengan kompetitor.

5. Cek Hak atas Merek di Pangkalan Data Kekayaan Intelektual

Cara terakhir wajib dilakukan untuk memastikan nama yang Anda pilih tidak melanggar hak cipta orang lain dan bisa dilindungi secara hukum.

Ini dilakukan untuk menghindari tuntutan atau perintah mengganti nama brand, karena akan merugikan Anda sendiri secara waktu, biaya, dan reputasi bisnis ke depan.

Di Indonesia, Anda bisa cek merek yang sudah terdaftar pada website Pangkalan Data Kekayaan Intelektual (PDKI). Caranya:

  • Kunjungi situs (nanti Anda akan diarahkan langsung ke halaman awal website).
  • Masukkan nama brand yang ingin Anda pakai di kolom pencarian (pastikan koma, titik, huruf, atau karakter lainnya sudah akurat).
  • Pilih kategori “Merek” agar hasilnya sesuai.
  • Baca dan periksa hasil pencarian (status pendaftaran apakah aktif atau sudah kedaluwarsa).

Jika hasil pencarian menunjukkan merek yang sama atau mirip dan sudah terdaftar, Anda perlu mempertimbangkan untuk memilih nama lain atau melakukan modifikasi agar tidak terjadi kebingungan dan pelanggaran hak cipta.

Peraturan Merek di Indonesia

Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2016 tentang Merek dan Indikasi Geografis (disingkat UU MIG) adalah peraturan yang mengatur tentang hak kepemilikan merek, proses pendaftaran, perlindungan, dan penegakan hukum terhadap merek di Indonesia.

UU ini menggantikan Undang-Undang Nomor 15 Tahun 2001 tentang Merek, dengan tujuan untuk memberikan perlindungan yang lebih baik terhadap merek, terutama di era perdagangan global dan digital.

UU MIG menjelaskan beberapa kriteria merek yang tidak bisa didaftarkan, jika:

KriteriaPenjelasan
1. Bertentangan dengan Nilai-nilai NegaraMerek yang bertentangan dengan ideologi negara, peraturan hukum, moral, agama, kesusilaan, atau ketertiban umum.
2. Punya Kesamaan atau Hubungan dengan Produk/Jasa LainMerek yang mirip atau sama dengan nama barang dan/atau jasa yang sudah ada, atau memiliki kaitan langsung dengan produk tersebut.
3. Merek Menyesatkan MasyarakatMerek yang bisa menyesatkan konsumen tentang asal, kualitas, jenis, ukuran, atau tujuan produk, atau yang menggunakan nama varietas tanaman yang dilindungi.
4. Keterangan Tidak Sesuai dengan ProdukMerek yang memberikan informasi yang tidak sesuai dengan kualitas, manfaat, atau khasiat produk.
5. Merek Tidak Memiliki PembedaMerek tidak dapat membedakan produk atau jasa dengan produk/jasa lainnya, seperti nama yang terlalu umum.
6. Nama Umum atau Lambang Milik UmumMerek yang menggunakan nama umum atau simbol yang dimiliki oleh publik.
7. Menggunakan Nama atau Simbol TerkenalMerek yang meniru nama orang terkenal, badan hukum, bendera, lambang, atau simbol negara tanpa izin tertulis.
8. Tiruan Cap atau Stempel ResmiMerek yang menyerupai tanda resmi atau cap pemerintah tanpa izin tertulis.
9. Pemohon yang Tidak Beritikad BaikJika pemohon tidak menunjukkan itikad baik (tidak jujur, curang, atau merugikan pihak lain) dalam pendaftaran merek.

Kesimpulan

Selain mengandalkan kreativitas, Anda perlu memahami jenis usaha yang dijalani dalam cara membuat nama brand. Lalu, cari kata kunci yang nyambung sama produk atau layanan yang ditawarkan. 

Pastikan nama merek yang dipilih gampang diingat dan punya asosiasi positif di mata pelanggan. Jangan lupa juga buat cek hak merek biar tidak ada masalah hukum di kemudian hari.

Yang terakhir, pastikan nama brand Anda sudah sesuai dengan aturan hukum yang ada, seperti yang diatur dalam UU Merek dan Indikasi Geografis.

Kalau bisnis sudah siap berjalan, jangan lupa untuk memastikan operasional berjalan dengan lancar. Anda bisa pakai aplikasi kasir Nutapos untuk hal ini.

Nutapos bisa bantu dalam banyak hal, seperti:

  • Cepat kelola transaksi penjualan tunai dan non-tunai.
  • Fleksibel atur produk, stok, diskon, dan promosi (tanpa batas).
  • Bebas akses puluhan laporan bisnis kapan saja, di mana saja melalui backoffice Nutacloud.

Jadi, tidak perlu lagi repot pakai banyak buku, cek nota kertas manual, atau pakai kalkulator dalam hitung jumlah belanja pelanggan.

Yuk, mulai coba pakai sekarang! Gratis masa trial selama 14 hari. Segera daftarkan dan buat akun bisnis Anda melalui backoffice Nutacloud dan unduh aplikasinya di sini (khusus Android).

Klik untuk menghubungi WhatsApp Customer Service Nutapos.

Artikel terkait

Aneka menu makanan sehat untuk bisnis kuliner seperti nasi, ayam, dan sayuran.

11 Contoh Usaha Modal Kecil yang Belum Banyak Pesaing 2025

Temukan 11 contoh usaha modal kecil yang belum banyak pesaing di 2025! Dari es krim...

Lelah catat dan hitung urusan kasir & laporan secara manual?

Aplikasi POS Nutapos bantu Anda proses transaksi dan catat laporan penjualan secara otomatis. Mulailah fokus melayani pelanggan, bukan berkutat dengan kertas, pulpen, dan kalkulator.

Versi Handphone

Sistem POS yang pas di genggaman. Paling praktis, paling simpel, dan hemat biaya.

Versi Tablet

Satu akun untuk banyak tablet dalam 1 outlet. Urusan kasir sampai pembukuan pasti beres.

Versi Web

Kasir serba bisa di browser laptop & komputer Anda. Tanpa instal aplikasi, tetap lancar tanpa WiFi.

Bisnis Kecil

Terjangkau, praktis & mudah dipakai. Nutapos bantu usaha kecil Anda tumbuh.

Bisnis Berkembang

Cabang usaha kuliner bertambah? Nutapos bantu kelola lebih mudah.

Bisnis Besar

Cabang usaha kuliner bertambah? Nutapos bantu kelola lebih mudah.

Versi Handphone

Sistem POS yang pas di genggaman. Paling praktis, paling simpel, dan hemat biaya.

Versi Tablet

Satu akun untuk banyak tablet dalam 1 outlet. Urusan kasir sampai pembukuan pasti beres.

Versi Web

Kasir serba bisa di browser laptop & komputer Anda. Tanpa instal aplikasi, tetap lancar tanpa WiFi.

Hardware

Lengkapi usaha Anda dengan hardware kasir Nutapos yang bikin proses pesanan lebih lancar, tanpa hambatan.

Sumber informasi lengkap tentang dunia kuliner & aplikasi kasir

Fitur Manajemen Inventori POS: Rahasia Restoran Anti Kehabisan Bahan